Berita

ilustrasi/net

Piala Presiden Ibarat Oase di Tengah Gurun Sepakbola Nasional

RABU, 16 SEPTEMBER 2015 | 07:23 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Piala Presiden 2015 yang sudah memasuki babak delapan besar dipercaya bisa menjadi titik awal kebangkitan sepakbola nasional yang belakangan ini menghadapi persoalan dan juga kelesuan.

"Di tengah masalah yang rumit dan kompleks, ada turnamen Piala Presiden. Ini semacam secercah harapan atau oase di tengah gurun kekeringan sepakbola. Gairah sepakbola pun, baik dari sisi pemain, pendukung maupun semua pecinta bola, kembali lahir dan menggeliat," kata Ketua Divisi Organisasi dan Kenggotan Asosiasi Street Soccer Indonesia (ASSI), Husin AB, kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Rabu, 16/9).

Hal lain yang menjadi perhatian Husin adalah penyelenggaraan turnamen yang dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo ini. Selama ini, persoalan akut dan klasik dalam sepakbola Indonesia adalah ketidakpercayaan. Satu klub dengan klub lain, pendukung satu dengan pendukung lain, dan bahkan pemain dan pendukung dengan wasit, pun saling tidak percaya.


"Akibatnya apa? Selalu ada kecurigaan dalam setiap pertandingan. Misalnya curiga ada pengaturan skor atau dugaan wasit berpihak pada salah satu klub, lalu ujung-ujungnya usai pertandingan rusuh. Nah ini, yang terlihat dikikis oleh Piala Presiden. Dengan permainan yang fair dan terbuka, sportifitas di Piala Presiden berjalan. Ada saling percaya, maka pertandingan aman, pendukung dan penonton pun nyaman," ungkap Husin.

Wasekjen bidang Olahraga Forum Keluarga Alumi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) ini berharap sepakbola Indonesia kian maju. Lebih-lebih, dengan warga sekitar 250 juta jiwa, banyak benih-benih pemain berkualitas yang bertebaran dimana-mana, atau dengan kata lain di jalan-jalan di berbagai daerah.

"Piala Presiden menjadi jalan kebangkitan sepakbola Indonesia. Kita harus beri apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Mahaka sebagai penyelenggara, juga kepada tokoh muda progressif, Bang Maruarar Sirait, yang mengawal pertandingan ini. Kita juga acungkan jempol untuk semua klub, pemain, wasit serta semua pendukung sepakbola Indonesia," demikian Husin. [ysa]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17

Kejati Sumut Lepaskan Tersangka Penadahan Laptop

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21

Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19

Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03

Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45

Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15

Selengkapnya