Berita

irman gusman/net

Politik

Irman Gusman Tantang IMM Pikirkan Problematika Bangsa

RABU, 16 SEPTEMBER 2015 | 00:43 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sebagai bagian dari Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) yang merupakan organisasi otonom di bawah Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ditantang untuk turut memikirkan faktor-faktor problematis dalam persoalan kebangsaan Indonesia. Seperti masalah kehidupan politik yang gaduh serta terpecah-belahnya masyarakat karena ulah elit.

Tantangan itu sebagaimana disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Irman Gusman saat menerima jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM yang dipimpin Sekretaris Jenderal DPP IMM Abdul Rahman di ruang kerjanya, gedung DPR, Senayan, Jakarta (Selasa, 16/9).

Menurut Irman, pendirian IMM merupakan perwujudan dari cita-cita Muhammadiyah dalam menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam, agar terwujud masyarakat utama, adil, dan makmur. Dalam merefleksikan cita-citanya itu, sudah barang tentu Muhammadiyah bersinggungan dengan masyarakat bawah yang heterogen.


"Sehingga, mau tidak mau, IMM harus merespon persoalan kebangsaan Indonesia. Saya menantang IMM untuk membahas isu nasional, karena IMM adalah gerakan mahasiswa Islam yang berakidah Islam bersumber pada Al Qur’an dan As Sunah," ujarnya.

Sesungguhnya, lanjut Irman, ada dua faktor melandasi kelahiran IMM, yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern terjadi di dalam Muhammadiyah. Sedangkan faktor ekstern terjadi di luar Muhammadiyah, khususnya umat Islam di Indonesia, dan umumnya masyarakat di Indonesia.

"Jika faktor intern relatif tidak masalah, maka faktor ekstern itu menyangkut persoalan kebangsaan Indonesia," tandasnya seperti keterangan tertulis yang diterima redaksi. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya