Berita

Floyd Mayweather Jr/net

Olahraga

Klaim Sebagai Petinju Terbaik, The Money Panen Kecaman

SELASA, 15 SEPTEMBER 2015 | 09:06 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Sial benar nasib The Money. Usai memenangi duel pamung­kasnya melawan Andre Berto, Ahad lalu bukannya banjir pu­jian, dia malah dihujani cacian.

Bahkan, petinju bernama asli Floyd Mayweather Jr ini ditantang berduel. Salah satunya datang dari legenda tinju kelas berat Amerika Serikat Evander Holyfield. Dia menilai, juniornya di kelas wel­ter itu tak pantas menyandang predikat terbaik.

Mayweather bertarung untuk terakhir kalinya dengan meng­hadapi Berto di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, Minggu (13/9). Kemenangan angka mut­lak 117-111, 118-110, 120-108 membuat Mayweather menutup kariernya di kelas welter dengan rekor 49 kali tak terkalahkan.


"Mayweather bukan petinju ter­baik sepanjang masa. Saya pikir ia pertarung yang besar, tetapi Anda tidak bisa menyebut terbaik selamanya sampai semuanya berhenti," kata Holyfield, dikutip Boxing Scene, kemarin.

Mungkin Holyfield kesal dengan sikap pongah juniornya itu yang dengan bangga menyebut dirinya TBE atau The Best Ever sebab tak pernah kalah sekalipun.

"Dia memenangkan banyak gelar di divisinya, tapi ia tak pernah melawan semuanya."

Kecaman senada dilontarkan Lennox Lewis. Legenda tinju kelas berat itu menilai Mayweather cuma membesarkan namanya sendiri.

"Bila dpikir dia yang terbaik mari kita berduel sekarang. Saya berada di kelas berat, berarti sa­ya berada di atas Mayweather," tegas Lewis.

Lewis memegang gelar juara kelas berat pada 1999 setelah mengalahkan Holyfield dalam pertandingan ulang setelah duel pertama berakhir imbang. Lima tahun kemudian, dia memutus­kan menggantung sarung tinju dengan catatan 41-2-1 (32KO).

Menurutnya, seandainya The Money terus berkoar dirinya adalah petinju terbaik sepanjang masa, maka ia seperti hidup da­lam gelembung sendiri.

"Saya lebih suka mengakui bahwa Muhammad Ali, Jack Johnson, Rocky Marciano adalah petinju terbaik sepanjang masa dan mereka pantas berada dalam sejarah tinju," pungkasnya. ***

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Purbaya Soal THR Swasta Kena Pajak: Protes ke Bos Jangan ke Pemerintah

Sabtu, 07 Maret 2026 | 17:35

Immoderma Clinic Hadirkan Remee Pro, Teknologi Baru Injector Skinbooster

Sabtu, 07 Maret 2026 | 17:28

Keterlibatan di BoP, Indonesia Jangan Terjebak Langgam Donald Trump

Sabtu, 07 Maret 2026 | 16:54

Ketika Risiko Bisnis Dipidanakan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 16:19

Digelar di Palu, Muswil DPW PPP Sulteng Lancar dan Sesuai Konstitusi

Sabtu, 07 Maret 2026 | 15:35

Komisi I DPR: Pemerintah Harus Konsisten Jalankan Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Sabtu, 07 Maret 2026 | 15:13

Maskapai Saudia Mulai Buka Penerbangan Tujuan Dubai

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:59

Perempuan Bangsa Soroti Keselamatan Anak dan Lansia Saat Mudik

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:44

Purbaya Sudah Cairkan THR Pensiunan Rp11,4 Triliun, ASN Pusat Baru Rp3 Triliun

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:26

Pendapatan PGAS Naik Jadi 3,98 Miliar Dolar AS di 2025

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:07

Selengkapnya