Berita

Marc Marquez/net

Olahraga

Strategi Pemilihan Ban Kunci Kemenangan Maequez

SELASA, 15 SEPTEMBER 2015 | 09:55 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Marc Marquez sukses men­galahkan Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi dalam balapan MotoGP San Marino, Italia, Ahad lalu. Meski sempat men­galami perlawanan sengit dari duo Movistar Yamaha itu, rider bejuluk Baby Alien itu akh­irnya finis di posisi terdepan.

Dalam balapan yang sempat mengalami beberapa peruba­han cuaca itu dari balapan ker­ing, kemudian menjadi basah pada awal lap memaksa para pembalap mengganti motor.

Saat memasuki lap-lap akhir cuaca menjadi kering kem­bali, Marquez berada di po­sisi ketiga di belakang Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi yang memimpin balapan.


Pebalap asal Spanyol itu lalu memilih masuk pit lebih dahulu, guna mengganti mo­tor yang memakai ban slick. Sementara Lorenzo dan Rossi masih bersaing di lintasan dan menunggu beberapa putaran, sebelum akhirnya masuk pit.

Keputusan tepat itu mem­buat Marquez berhasil meraih posisi terdepan, dan mengakh­iri balapan sebagai pemenang. Sedangkan Rossi harus puas finis di posisi kelima, dan Lorenzo malah terjatuh hingga gagal finis.

"Tim memberi tahu saya ka­lau itulah saatnya (masuk pit) dan itu sangat membantu saya. Itu keputusan yang tepat. Itu jadi balapan yang sulit dime­nangkan, tapi kami punya kes­empatan kecil," kata Marquez dikutip Crash, kemarin.

Rider berusia 22 tahun itu juga mengakui Lorenzo dan Rossi sangat cepat, namun strategi tim membuatnya menang.

"Saya pikir kuncinya adalah balapan kembali lagi menggu­nakan ban slick dan kami melakukannya di momen terbaik," ujarnya.

Pada kelas MotoGP ini menjadi kemenangan pertama Marquez di San Marino. Poin penuh di seri ke-13 ini belum mengubah posisinya di urutan tiga klasemen dengan poin 184. Rossi sementara itu makin solid di puncak klasemen den­gan poin 247, unggul 23 angka di depan Lorenzo. ***

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya