Berita

haji/net

Jamaah Perlu Waspadai Badai di Puncak Haji

SELASA, 15 SEPTEMBER 2015 | 02:41 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Para keluarga jamaah haji disarankan untuk selalu mengingatkan saudaranya yang berada di Tanah Suci untuk fokus mempersiapkan fisik dan mental menghadapi puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina) beberapa hari lagi.

Pengamat masalah haji, M.Subarkah mengatakan bahwa hal itu penting karena serangkaian ibadah di Armina cukup menguras energi dan memerlukan kesiapan mental. Terlebih pasca tragedi crane jatuh di Masjidil Haram.

"Pada hari puncaknya itu, ada sekitar lima juta jamaah ada di situ, berjalan kaki semua. Ini perlu fisik yang kuat, terlebih di tengah cuaca yang tidak menentu. Para keluarga di tanah air harus selalu mengingatkan agar fokus ke hari puncak itu, tak perlu memikirkan apa penyebab tragedi crane, itu sudah ada yang menangani," ujar Barkah sebagaimana dikutip dari JPNN Senin(14/9).


Barkah juga meminta Tim Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dari Indonesia mewaspadai segala kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi.

"Di tengah cuaca yang tidak menentu, bisa saja tiba-tiba terjadi hujan lebat, badai. Padahal saat puncak ibadah haji itu, semua jamaah berada di tenda-tenda. Bagaimana jika badai disertai hujan es, ini yang harus diwaspadai," lanjutnya

Barkah juga mengingatkan, bahwa jumlah jamaah yang tewas sebelum puncak haji di Armina, termasuk akibat tragedi crane, biasanya jauh lebih sedikit dibanding pada saat dan setelah puncak haji.

"Setelah puncak haji di Armina, jumlah jamaah asal Indonesia yang meninggal pada tahun-tahun sebelumnya rata-rata 10 hingga 20 orang per hari. Pokoknya bisa naik drastis hingga 90 persen dibanding sebelumnya puncak haji. Apalagi ini sekarang cuaca tidak menentu. Sekali lagi, ini perlu diwaspadai, khususnya kesiapan tenda-tendanya," tandasnya. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17

Kejati Sumut Lepaskan Tersangka Penadahan Laptop

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21

Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19

Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03

Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45

Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15

Selengkapnya