Berita

Hukum

Penanganan Korupsi Semester I-2015 Menurun

SENIN, 14 SEPTEMBER 2015 | 16:24 WIB | LAPORAN:

Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat kinerja penegakkan hukum terhadap kasus korupsi oleh aparat penegak hukum pada semester satu tahun 2015 mengalami penurunan.

"Menurunnya itu terutama dari sisi kerugian negara. Jadi dari tiga semester, semester satu 2014, semester dua 2014, semester satu 2015 jumlah kasusnya tetap, tapi kerugian negaranya menurun," ujar Kordinator Divisi Investigasi ICW, Febri Hendri kepada media di Jakarta,  Senin (14/9).

Meski memiliki tren meningkat dalam tiga semester terakhir, tren kerugian negara justru mengalami penurunan. Nilai kerugian negara dari kasus korupsi yang disidik tiap semester rata-ratanya sekitar Rp 2,7 triliun, sementara kerugian negara dari kasus yang disidik pada semester satu 2015 hanya sebesar Rp 1,2 triliun.


Menurut Febri, menurunnya kinerja aparat penegak hukum ini dikarenakan menurunnya kinerja KPK.
"KPK itu setiap menangani kasus, kontribusinya terhadap (penyelamatan) kerugian negara dan semua kasus korupsi yang ada di Indonesia itu 30 persen, jadi kalau dia menurun, maka menurun pula kinerja pemberantasan korupsi secara keseluruhan, begitu juga (penyelamatan terhadap) kerugian negara," jelasnya.

"Pertanyaanya kenapa kinerja KPK menurun terutama di semester pertama 2015, biasanya karena faktor kriminalisasi pimpinannya, penyidiknya, pra peradilan, itu membuat psikologi di dalam KPK itu, terutama penyidiknya itu menurun," sesalnya.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya