Kolombia menegaskan diri sebagai negara yang ramah terhadap investor asing.
Hal itu terungkap dalam acara bertajuk "1st Investment Summit Colombia-Indonesia yang digelar di Hotel JW Marriot Jakarta pada Senin (14/9).
Dalam acara yang digelar atas kerjasama Kedutaan Besar Kolombia di Jakarta, Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Kementerian Luar Negeri Indonesia, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan ProColombia itu ikut juga dilibatkan pengusaha serta sejumlah pejabat dari pemerintah daerah.
Pertemuan yang digelar hinggga besok (Selasa, 15/9) itu dilakukan untuk menjalani misi ProColombia. Perlu diketahui, ProColombia itu sendiri merupakan badan pemerintah Kolombia yang dibangun untuk mempromosikan ekspor, pariwisata internasional, investasi asing, serta merk dalam negeri.
Dengan kata lain, dalam pertemuan tersebut, Kolombia sebagai negara dengan perekonomian terbesar ketiga di Amerika Latin berupaya memperkenalkan manfaat dan penawaran peluang bisnis di sektor agro-industri, manufaktur dan jasa kepada pengusaha di Indonesia.
Selain itu, pertemuan tersebut sekaligus dilakukan untuk meningkatkan investasi asing serta hubungan perdagangan Kolombia dengan Indonesia. Pasalnya, menurut rilis yang diterima redaksi, Kolombia memandang Indonesia sebagai salah satu pasar yang menarik di Asia, karena pertumbuhan ekonomi Indonesia yang rata-rata mencapai 6 persen dan memiliki populasi terbesar keempat di dunia.
"Pengusaha Indonesia memiliki kepentingan untuk memperluas bisnis mereka di sektor agribisnis seperti kelapa sawit, karet dan kehutanan serta barang dan jasa, perminyakan juga pertambangan,pelayanan kesehatan dan perhotelan, sejumlah segmen di mana Kolombia unggul dan memiliki peluang untuk berinvestasi, bahkan menjadi platform eksor untuk Amerika," kata Presiden ProColombia, MariaClaudia Lacouture.
Perlu diketahu, Kolombia sendiri bisa dikatakan sebagai wilayah yang menarik bagi investasi serta pariwisata internasional. Pasalnya, dalam satu dekade terakhir, Kolombia menorehkan perkembangan ekonomi tercepat di kawasan Amerika Latin yakni mencapai 3,5 hingga 5 persen setiap tahunnya.
[wid]