Berita

rmol

LAPORAN DARI KOLOMBIA

Menikmani Keindahan "Gemuk" di Museum Botero

SENIN, 14 SEPTEMBER 2015 | 07:46 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

. Bila berkunjung ke ibukota Kolombia, Bogota, sempatkanlah datang ke Museum Botero atau Museo Botero yang terletak di kawasan wisata bersejarah, La Candelaria.

Museum yang dibuka sejak tahun 2000 itu memamerkan 208 karya seni baik berupa patung maupun lukisan. 123 di antaranya merupakan karya seni seniman ternama asal kota Medellin Kolombia bernama Fernando Botero Angulo, sedangkan 85 lainnya merupakan karya seniman ternaa lainnya seperti Marc Chagall, Salvador Dali, Pablo Picasso, Sonia Delaunay, Claude Monet, dan Henri Matisse.

Botero yang saat ini berusia 83 tahun dikenal dengan karya seninya yang sangat khas. Ia selalu menciptakan karya dengan objek baik orang maupun benda dengan volume besar atau dengan kata lain menciptakan karya seni berobjek "gemuk". Ciri khas dalam setiap karyanya tersebut dikenal dengan sebutan "Boterismo".


Salah satu lukisan karya Botero yang menjadi perhatian banyak pengunjung di Museum Botero adalah lukisan ternama serupa karya Leonardo da Vinci pada abad ke-16 yakni Mona Lisa. Hanya saja "Mona Lisa" karya Botero menunjukkan sosok wanita berbadan besar yang berpakaian serta berpose selayaknya wanita dalam lukisan Mona Lisa.

Selain itu juga dapat ditemukan sejumlah lukisan yang menggambarkan wanita bugil dalam beragam pose dan latar belakang. Salah satunya adalah lukisan berjudul "La Playa" atau dalam bahasa Indonesia berarti pantai. Dalam lukisan tersebut digambangkan seorang wanita gemuk tanpa busana tengah bersantai di pinggir pantai.

Karya seni Botero bukan tanpa maksud. Dari karya-karyanya tersirat sejumlah kritik sosial ataupun politik. Salah satunya bisa dilihat dalam karya lukisnya berjudul "El Presidente" yang menggambarkan sosok pria yang merupakan presiden berbadan besar dengan pakaian rapi sedang berdiri sambil memegang sebuah kertas di tangan kanannya.

Lukisan Botero lain yang juga tersirat menggambarkan kritik sosial adalah "Guerrilla de Eliseo Velasquez" yang menggambarkan enam orang gerilya yang sebagian tengah tidur, sebagian lagi tengah berjaga sambil bersiaga memegang senjata.

Selain karya seninya, bangunan yang dijadikan museum itu sendiri merupakan objek wisata yang menarik. Pasalnya, karakteristik arsitekur bangunan sangat kental dengan gaya Spanyol, yakni berupa rumah besar berbentuk segi empat dengan sebuah taman terbuka dan air mancur kecil di tengah bangunan.

Bukan hanya itu, Museum Botero juga terintegrasi dengan Museum lain yang terletak di sebelahnya, yakni Museo de Arte de Banco de la Republica.

Untuk masuk ke dalam Museum Botero atau Museum Bank Republik tersebut, pengunjung tidak dipungut biaya sama sekali. Hanya saja pengunjung tidak boleh terlalu dekat apalagi menyentuh karya seni, selain itu juga tidak boleh menggunakan blitz atau sinar kamera saat mengaambil gambar.

Kendati  gratis, namun perawatan serta mengamanan di dalam museum terjaga dengan baik. Pasalnya, di setiap ruang pameran selalu terdapat petugas keamanan yang berjaga. Petugas keamanan berseragam rapi tersebut akan memperingatkan  pengunjung dengan sopan bila terlalu dekat dengan karya seni. Selain itu, di setiap sudut ruangan juga dibekali dengan kamera pengawas atau CCTV.

Selain di Museum tersebut, karya Botero lainnya juga bisa ditemukan di sejumlah tempat baik di Kolombia itu sendiri maupun di luar negeri. Di kota asalnya, Medellin, terdapat 23 patung besar karya Botero yang dipajang di taman yang disebut dengan Botero Plaza.

Karya Botero lainnya juga bisa ditemukan di negara lain, seperti di Park Avenue di New York City dan di Champs-Élysées Paris.Salah satu karya Botero sendiri bisa ditemukan di Indonesia, tepatnya di dalam pusat perbelanjaan Gandaria City yang terletak di Jakarta Selatan. Di dalam mal tersebut terdapat sebuah patung karya Botero yang menunjukkan sosok seorang wanita berbadan gemuk tanppa busana tengah menunggangi kuda yang juga memiliki postur tumbuh gemuk. [ysa]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya