Berita

rmol

Politik

Gagal Wujudkan Kedaulatan Bangsa, Jokowi-JK Dituntut Mundur

JUMAT, 11 SEPTEMBER 2015 | 16:21 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ribuan massa menggeruduk Istana Negara dan menuntut agar Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengundurkan diri dari jabatannya.

Massa yang tergabung dalam Solidaritas Nasional Pembebasan Indonesia ini menilai bahwa Jokowi-JK telah gagal dalam mengentaskan problematika kebangsaan.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) Beni Pramula menilai bahwa kepemimpinan nasional yang lemah dan kebijakan yang hanya sarat akan pencitraan semata, menjadi alasan aksi ini digelar..


"Presiden dan wakil presiden hendaknya mempunyai pemahaman yang subtantif mengenai apa yang dirasakan rakyat. Apa persoalan yang dihadapi bangsa ini, sehingga setiap kebijakan diimplementasikan secara arif, adil, dan bijaksana semata demi kepentingan masyarakat," ujarnya di sela-sela aksi yang di gelas di depan Istana Negara, Jakarta (Jumat, 11/9).

Menurutnya, bangsa Indonesia semakin jauh dari kata merdeka sejak rezim Jokowi berkuasa. Sentimen pemerintahan baru dan segala program kerja yang dibuat, tidak mampu menepis pengaruh global yang terus menekan rupiah.

Bahkan, memasuki awal 2015 ketika program-program Jokowi disebut sudah mulai terlihat arahnya, juga belum mendapat respons positif dari pasar keuangan. Fakta yang terjadi, lanjut Beni, pasar justru semakin memburuk.

"Harga barang impor terus naik, beban utang negara semakin besar, dan PHK besar-besaran. Asosiasi Pengusaha Tekstil (API) mencatat sudah 60.000 pekerja tekstil di-PHK. Ini ironis! Jokowi yang berjanji akan membuka ribuan lapangan kerja, malah menciptakan ribuan penganguran baru," lanjut Presiden Organisasi Pemuda Asia Afrika.

Segenap elemen mulai dari mahasiswa, pemuda, pedagang kaki lima, dan buruh ikut bergabung bersama Solidaritas Nasional Pembebasan Indonesia dalam aksi ini. Tidak hanya itu, beberapa organisasi kepemudaan juga turut ambil bagian, seperti IMM, Barisan Oposisi Nasional, PMKRI, GPII, Himmah Alwasliyah, Papernas, APKLI, dan Aliansi Tarik Mandat (ATM).

Mereka menyuarakan tuntutan agar penyelenggaraan pemerintahan dikembalikan sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945, menolak ekonomi liberal, dan wujudkan ekonomi Berdikari melalui penguatan koperasi dan UMKM sebagai basis ekonomi nasional.

"Tidak hanya itu, kami juga mendesak Jokowi-JK mundur karena gagal mewujudkan kedaulatan bangsa dalam bidang ekonomi, politik, dan sosial budaya. Turunkan Jokowi-JK! Turunkan harga! Jangan ada PHK dan usir pengusah yang tidak nasionalis!" tandasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya