Berita

beni pramula/net

Politik

Diperkirakan, Ribuan Orang Kepung Istana Usai Salat Jumat

JUMAT, 11 SEPTEMBER 2015 | 11:54 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Ribuan massa yang tergabung dalam Solidaritas Nasional Pembebasan Indonesia berencana menggelar aksi di depan Istana Negara untuk mendesak Jokowi-JK mundur karena dianggap tidak mampu mengentaskan problematika kebangsaan.

Solidaritas Nasional Pembebasan Indonesia merupakan gabungan massa dari mahasiswa, pemuda, pedagang kaki lima, dan buruh. Organisasi ini terdiri dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Barisan Oposisi Nasional, PMKRI, GPII, Himmah Alwasliyah, Papernas, APKLI, dan Aliansi Tarik Mandat (ATM).

"Problem mendasar bangsa Indonesia hari ini adalah kepemimpinan nasional yang lemah, kehilangan orientasi bernegara, dan setiap kebijakan hanya sarat dengan pencitraan semata. Presiden dan wakil presiden hendaknya mempunyai pemahaman yang subtantif mengenai apa yang dirasakan rakyat. Apa persoalan yang dihadapi bangsa ini, sehingga setiap kebijakan diimplementasikan secara arif, adil, dan bijaksana semata demi kepentingan masyarakat," ujar Ketua Umum DPP IMM Beni Pramula saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL (Jumat, 11/9).


Menurutnya, bangsa Indonesia semakin jauh dari kedaulatannya, sejak rezim Jokowi berkuasa. Sentimen pemerintahan baru dan segala program kerja yang dibuat, tidak mampu menepis pengaruh global yang terus menekan rupiah.

Bahkan, memasuki awal 2015 ketika program-program Jokowi disebut sudah mulai terlihat arahnya, juga belum mendapat respons positif dari pasar keuangan. Fakta yang terjadi, lanjut Beni, pasar justru semakin memburuk.

"Harga barang impor terus naik, beban utang negara semakin besar, dan PHK besar-besaran. Asosiasi Pengusaha Tekstil (API) mencatat sudah 60.000 pekerja tekstil di-PHK. Ini ironis! Jokowi yang berjanji akan membuka ribuan lapangan kerja, malah menciptakan ribuan penganguran baru," sambung Presiden Organisasi Pemuda Asia Afrika.

"Bangsa kita hari ini seperti tanpa pemerintahan, negara seolah tidak tahu-menahu kalau rakyat kini kesusahan. Hiruk pikuk politik saat ini lebih kental dibanding mengentaskan problematika kerakyatan. Hal ini merupakan akibat dari kepentingan politik para elite yang lebih dominan ketimbang kepentingan rakyat," tandasnya.

Sejumlah alasan itu yang membuat Solidaritas Nasional Pembebasan Indonesia menggelar aksi hari ini. Aksi akan digelar usai Salat Jumat, sekitar pukul 13.00. Aksi akan dipusatkan di depan Istana Presiden. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya