Berita

Politik

Relawan Jokowi: Bajak Nawacita, Sudirman Said Harus Dipecat

JUMAT, 11 SEPTEMBER 2015 | 05:14 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kengototan Menteri ESDM Sudirman Said untuk melanjutkan proyek pembangunan pembangkit listrik 35.000 megawatt dikecam banyak pihak.

Relawan Jokowi Jawa Tengah, Muhamad Khabib, menengarai Sudirman memiliki agenda melakukan swastanisasi sektor energi kelistrikan di Indonesia di balik kengototannya tersebut.

"Kenapa masih ngotot padahal proyek itu tidak masuk akal. Bualan Sudirman bahwa rakyat tidak akan mendapatkan aliran listrik jika proyek 50.000 megawat direvisi menjadi 16.000 megawatt hanyalah upaya untuk menakuti-nakuti," ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (10/9).


Khabib mengingatkan Sudirman bahwa rakyat sekarang sudah tahu proyek pembangkit listrik hanyalah proyek ambisius pribadi Jusuf Kalla dan kroni-kroninya. Proyek listrik 50.000 megawatt, kata dia, hanya akan menguntungkan pihak-pihak swasta dan asing, dan hanya akan membuat PLN bangkrut jika proyek itu dipaksakan sebagaimana hasil kajian tim yang dipimpin Menteri Maritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli.

"Kami yakin Sudirman Said sedang menjalankan agenda swastanisasi sektor energi kelistrikan di republik ini. Ingat, kebutuhan listrik menjadi kebutuhan mendasar rakyat. Jika energi listrik pada akhirnya dikuasai pihak swasta dan asing, maka celakalah negeri ini," paparnya.

Untuk itu dia mengingatkan Presiden Jokowi bahwa tindakan Sudirman sebagai bentuk pembajakan terhadap agenda Trisakti dan Nawacita.

"Menteri ESDM harus bertaubat atas perilaku AWS (Asal Wapres Senang) dan upaya akal-akalan yang dilakukannya. Kami juga meminta presiden agar segera menonaktifkan Sudirman agar konsen belajar tentang Trisakti dan Nawacita, sekaligus merevolusi mentalnya yang pro swastanisasi," tukasnya.[dem]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya