Berita

foto/net

Politik

Pendiri Demokrat Berharap Kader Pegang Teguh Ideologi Partai

KAMIS, 10 SEPTEMBER 2015 | 19:23 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Para pendiri Partai Demokrat hari ini berkumpul di Gedung Graha Pratama Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan, guna memperingati HUT PD yang genap berusia 14 Tahun pada tanggal 10 September 2015.

"Kami para pendiri berkumpul untuk merayakannya secara sederhana atau tumpengan dan memanjatkan doa bagi para pendiri yang telah mendahului kita," ujar Penggagas dan Pendiri Utama Partai Demokrat Vence Marthin Rumangkang dalam keterangannya kepada redaksi (Kamis, 10/9).

Vence bercerita bahwa 14 tahun lalu, di kantor tempat mereka berkumpul saat ini, para pendiri sering berkumpul dalam suka dan duka dalam menggagas berdirinya Partai Demokrat.  Sementara tepat di HUT ke-14 Demokrat, para penggas dan pendiri dapat berkumpul kembali untuk memanjatkan doa bagi para pendiri yang telah tiada.


"Para pendiri yang telah mendahului kita adalah Drs Achmad Yanni Wahid , Prof. Dr. Rusli Ramli.MS, Rayner F Kodoatie. SH, Makmun, serta para pendiri pertama di daerah seperti Yusuf Pardamaian (pendiri dan Ketua DPD PD Sumut), Drs. Sofyan (pendiri Jambi), Syamsul (pendiri Palu), Drs Anwar (pendiri NTB), Ibrahim Barsyah (pendiri Maluku Utara) Drs Fachruddin Massarampa (pendiri Sulawesi Tenggara) dan Suardi (Pendiri Sumatera Barat/padang). Doa bersama ini dipimpin oleh Ustadz Aboe Bakar," ujarnya.

Setelah doa bersama, para pendiri nonton bareng video dokumentasi sejarah berdirinya Partai Demokrat. Pendiri berharap, supaya para kader untuk menjaga cita-cita para pendiri dan kembali pada jati diri awal yang diletakkan oleh para pendiri dengan ideologi partai, yakni humanisme, nasionalisme, dan religius.

"Bukan korupsi, kolusi, dan nepotisme," tandasnya.

Acara HUT PD ke 14 ini dihadiri oleh para pendiri dan beberapa kader seperti Prof Dr Irzan Tanjung, Prof.DR. Achmad Mubarok, MA, Roy Marten, Etty Manduapessy, Boy Saul, Marzuki Ali, Max Sopacua, Donald Pokatong, Imen Saragih, dan Edwin Tanjung. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya