Berita

marwan cik asan/net

Politik

Demokrat Ajak Masyarakat Awasi Lima Kebijakan Ekonomi Jokowi

KAMIS, 10 SEPTEMBER 2015 | 17:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Lima kebijakan pengerak perekonomian yang dikeluarkan pemerintah harus diawasi dengan ketat. Hal ini agar tujuan menaikkan daya beli masyarakat dan meningkatkan perekonomian bisa tercapai maksimal.

Begitu kata Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi sesaat lalu (Kamis, 10/9).

Adapun kebijakan dari Menko Perekonomian dalam paket kebijakan september I yang disampaikan Presiden Jokowi tersebut meliputi, kemudahan visa bagi wisatawan asing, pengadaan elpiji untuk nelayan, tambahan raskin selama 2 bulan, percepatan penyaluran dana desa, dan perluasan sumber daging sapi. Semua kebijakan itu dilakukan untuk menggerakan perekonomian nasional, terutama dalam mendorong daya beli masyarakat dan peningkatan ekonomi .


"Ini kebijakan yang baik dan akan efektif langsung dirasakan oleh rakyat. Namun, perlu diingat agar presiden sesuai dengan pidatonya berjanji akan memantau langsung efektifitas kebijakan ini di lapangan," ujar politisi Demokrat itu.

Lebih lanjut, Marwan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut aktif memantau kelima kebijakan tersebut berjalan efektif. Sehingga pertumbuhan ekonomi bisa benar-benar tercapai.

"Ini hal yang penting. Jangan sampai kebijakan ekonomi yang sudah baik ini gagal mendorong pertumbuham hanya karena tidak dilaksanakan secara tepat di lapangan," sambungnya.

Kebijakan ini, menurutnya, sudah sesuai dengan saran yang disampaikan Presiden ke-6 RI yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Beliau berpesan agar jangan semua terfokus ke infrastuktur, tapi melihat juga apa yang dibutuhkan rakyat saat ini dan efektif dapat mendongkrak daya beli masyarkat," tandas Marwan Cik Asan. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17

Kejati Sumut Lepaskan Tersangka Penadahan Laptop

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21

Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19

Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03

Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45

Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15

Selengkapnya