Berita

Sjofyan wanandi/net

Sofjan Wanandi Lebih Baik Tutup Mulut

RABU, 09 SEPTEMBER 2015 | 06:28 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Jusuf Kalla, Sofjan Wanandi, diminta untuk tutup mulut alias tidak banyak cakap mengenai strategi pembangunan Indonesia.

Sofjan Wanandi diminta untuk sadar bahwa NKRI bukan milik para investor, tetapi milik rakyat Indonesia yang punya martabat dan kemampuan.

Permintaan agar Sofjan Wanandi tutup mulut disampaikan Kordinator Gerakan Mahasiswa 77-78, Syafril Sjofyan.

"Sofjan Wanandi itu siapa sih, selalu mendewakan bahwa Republik Indonesia yang sudah merdeka selama 70 tahun hanya tergantung kepada investor, menganggap rendah rakyat. Sudah seperti atasan presiden saja dia meminta seorang menko ditertibkan. Justru dia harus tutup mulut, jangan bikin gaduh," ujarnya kepada redaksi, Rabu (9/9).

Sebagai seorang tenaga ahli, sebut Syafril, Sofjan Wanandi tidak pantas menilai seorang menteri kordinator (menko). Daripada sibuk menilai menko yang bukan menjadi tugasnya, Syafril menyarankan Sofjan Wanandi menasihati JK agar punya strategi pembangunan ekonomi yang lebih menguntungkan kepentingan rakyat. Bukan menguntungkan para investor.

"Mengerti tidak tentang Trisakti-nya Bung Karno dan Nawacita-nya Jokowi, jika tidak sebaiknya Sofjan Wanandi diam sebelum rakyat mual dengan alasan mendewa-dewakan investor," tukas Syafril.

Pernyataan keras Syafril Sjofyan ini disampaikan sebagai komentar atas pernyataan Sofjan Wanandi yang mengatakan revisi proyek pembangunan pembangkit listrik dari 35.000 megawatt menjadi 16.000 megawatt yang digagas Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli akan membuat investor bingung.

Oleh karena itu, menurut dia, Presiden Jokowi harus menertibkan Rizal Ramli.

Sementara itu, banyak kalangan menyambut baik gagasan Rizal Ramli karena selain tidak dapat dikerjakan selesai sesuai target pada tahun 2019, pembangunan listrik 35.000 megawatt juga akan membuat bangkrut PLN.

Berdasarkan kajian timnya, Rizal mengatakan bahwa beban puncak listrik Indonesia bakal mencapai 74.525 MW pada 2019. Proyek yang berlangsung saat ini berkapasitas 7.000 MW. Jika dipaksakan merealisasikan 35.000 MW maka akan terjadi kelebihan kapasitas listrik 21.331 MW. Kelebihan itu harus dibayar PLN dan akhirnya membebani keuangan perseroan.

Tak sedikit yang menganggap ramainya serangan terhadap Rizal Ramli terkait revisi rencana pembangunan pembangkit listrik karena ada pihak-pihak yang terganggu kepentingan bisnisnya. Banyak disebut-sebut proyek prestisius itu akan digarap kroni JK.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Usai Raup Dana Jumbo, Danantara Diminta Transparan Soal Penyaluran Investasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:13

SLA Lampaui Target, Helita jadi Andalan Baru Layanan Digital Tangsel

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:09

Garda Bangsa: Program Pemerintah Dirasakan Masyarakat, Harus Dikawal

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:37

TVRI Jelaskan Proses, Cakupan, dan Distribusi Hak Siar FIFA hingga 2027

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:06

AMMSI: Penyesuaian Operasional MBG Perkuat Efisiensi Anggaran dan Tata Kelola Program

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:00

Ace Hasan Dorong Alumni UIN Jakarta Terus Berkontribusi untuk Bangsa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:24

Program 3 Juta Rumah Dipercepat, Pemerintah dan Danantara Bahas Meikarta hingga Inpres Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:08

Tiga Besar Fortune Southeast Asia 500, Pertamina: Motivasi Perkuat Ketahanan Energi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03

Saham Intel Melesat Usai Pernyataan Trump

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:32

Polisi Ungkap Rekayasa Perampokan di Menteng, Pelaku Dendam ke Korban Sejak 2020

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05

Selengkapnya