Berita

Politik

Tuding Rizal Ramli Ganggu Investasi, Sofyan Wanandi Lupa KKN Musuh Utama Investor

RABU, 09 SEPTEMBER 2015 | 00:36 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pernyataan Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Jusuf Kalla, Sofyan Wanandi, yang menyebut langkah Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli mengubah program pembangkit listrik bisa membingungkan investor sehingga Presiden Jokowi harus menertibkannya dinilai jauh panggang dari api.

Kordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi mengatakan, justru "kepretan" si rajawali Rizal Ramli terhadap mega proyek listrik 35.000 MW yang sarat korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) menimbulkan gairah para investor untuk memburu laba di proyek listrik yang dibutuhkan rakyat Indonesia.

"Sofyan Wanandi seharusnya bisa bicara jujur, bahwa hingga satu detik sebelum Rizal Ramli masuk kabinet, tidak ada investor yang tertarik di proyek listrik 35.000 MW. Penyebabnya mereka mendengar isu kalau proyek itu sudah dikapling keluarga penguasa RI alias berbau KKN," kata Adhie kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu.

Ada jawaban sederhana kenapa tudingan Sofyan Wanandi terhadap Rizal Ramli jauh panggang dari api. Yakni, hukum besi di dunia investasi bahwa uang akan bergerak ke ranah yang bisa membuatnya berkembang biak. Tak peduli di negara itu ada konflik antara Menko dan Wapresnya, sepanjang bisa menghasilkan laba, investor akan menggelontorkan uangnya.

Bahkan, menurut jurubicara presiden era Pemerintahan Abdurrahman Wahid ini, investor tak pernah ragu menanamkan uangnya di negara-negara yang sedang dilanda konflik bersenjata seperti Irak, Afganistan, juga di sejumlah negara Afrika, sepanjang menjajikan laba atau keuntungan.

"Para investor profesional, karena itu memiliki kompetensi di bidangnya, menganggap KKN adalah musuh utama mereka, bukan sekedar stabilitas politik (pemerintahan). Karena selain menjadi high cost sehingga menghisap laba, KKN juga bisa menjatuhkan reputasi bisnis mereka. Biasanya, memang hanya investor abal-abal yang berani masuk ke ranah penuh KKN," jelas Adhie.

Adhie kemudian membandingkan dengan apa yang berlaku saat rezim Orde Baru berkuasa. Rezim orde baru yang salah satu pilarnya Sofyan Wanandi turut membangunnya, selama puluhan tahun sukses menjaga stabilitas pemerintahan. Tetapi karena menjadi belantara KKN, para investor yang bisa sukses hanya mereka-mereka yang berwajah srigala. Sehingga tidak aneh bangunan ekonomi ketika itu semu belaka, dan langsung rubuh begitu bergulir angin perubahan.

"Saya percaya, Rizal Ramli tak ingin Indonesia kembali ke zaman KKN ala Orde Baru. Justru saat dia berada di dalam (sistem) kabinet pasti akan sering "ngepret" untuk menyapu ranjau-ranjau KKN yang bertaburan di pemerintahan," tukas Adhie.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Usai Raup Dana Jumbo, Danantara Diminta Transparan Soal Penyaluran Investasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:13

SLA Lampaui Target, Helita jadi Andalan Baru Layanan Digital Tangsel

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:09

Garda Bangsa: Program Pemerintah Dirasakan Masyarakat, Harus Dikawal

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:37

TVRI Jelaskan Proses, Cakupan, dan Distribusi Hak Siar FIFA hingga 2027

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:06

AMMSI: Penyesuaian Operasional MBG Perkuat Efisiensi Anggaran dan Tata Kelola Program

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:00

Ace Hasan Dorong Alumni UIN Jakarta Terus Berkontribusi untuk Bangsa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:24

Program 3 Juta Rumah Dipercepat, Pemerintah dan Danantara Bahas Meikarta hingga Inpres Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:08

Tiga Besar Fortune Southeast Asia 500, Pertamina: Motivasi Perkuat Ketahanan Energi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03

Saham Intel Melesat Usai Pernyataan Trump

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:32

Polisi Ungkap Rekayasa Perampokan di Menteng, Pelaku Dendam ke Korban Sejak 2020

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05

Selengkapnya