Berita

budi waseso/net

Hukum

Lagi, Kapolri Yakinkan Mutasi Buwas Sudah Prosedural

SELASA, 08 SEPTEMBER 2015 | 15:47 WIB | LAPORAN:

Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti kembali menegaskan mutasi Komjen Pol Komjen Budi Waseso telah sesuai prosedur yang berlaku. Budi bertukar tempat dengan Komjen Anang Iskandar yang sebelumnya menjabat kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).

"Mutasi Budi Waseso jadi Kepala BNN telah dilakukan sesuai prosedur mutasi jabatan sebagaimana diatur," kata Badrodin di gedung DPR, Jakarta, Selasa (8/9).

Menurutnya, mutasi jabatan pimpinan badan tersebut dilakukan demi mengedepankan kepentingan organisasi Polri. Mekanisme penggantian sebelumnya juga sudah melalui sidang Dewan Pertimbangan Karir (DPK) Polri.


Pada 15 Agustus 2015, wacana mutasi Kabareskrim Budi Waseso disampaikan ke (DPK), kemudian tanggal 2 September Badrodin memimpin langsung sidang DPK yang memutuskan Kepala BNN diganti oleh Budi Waseso. Badrodin pun melakukan konsultasi pergantian tersebut ke Presiden Joko Widodo pada 5 September setelah keluar keputusan mutasi dua hari sebelumnya.

"Proses mutasi ini adalah kebijakan, banyak kepentingan organisasinya. Oleh karena itu sebetulnya proses ini berjalan sebagaimana yang lain juga," jelas Badrodin.

Dia membantah jika dikatakan mutasi Budi Waseso atas perintah Istana Negara. Mengingat, Bareskrim di bawah kepemimpinan Budi Waseso mengusut banyak kasus besar yang merugikan keuangan negara.

"Saya tahu Presiden, tidak mungkin pak Presiden memerintahkan. Pasti tidak eksplisit," beber Badrodin.

Lebih jauh, dia memastikan mutasi Budi Waseso ke BNN bukan disebabkan kinerjanya tidak bagus. Polri mendukung program pemerintah memberantas narkotika dan penyalahgunaannya.

"Karena Indonesia harus bebas narkoba, kepentingan pak Budi Waseso di situ bagus. Di samping kepentingan organisasi juga memberikan penyegaran kepada pak Anang Iskandar," tegas Badrodin.[wid]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya