Belum jelasnya masa depan dunia sepakbola di tanah air, membuat beberapa pemain Timnas U-19 dan U-23 memutuskan untuk menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI). Namun demikian, peluang mereka untuk berkarier di sepakbola tetap terbuka.
Pasalnya, menjadi pemain sepakbola dari TNI bukan menjadi hal baru di Indonesia. Sejak dulu, sudah banyak pemain maupun pelatih menjalani dua profesi itu secara beriringan. Kini langkah itu coba dilanjutkan oleh eks penggawa Timnas U-23.
"Yang pemain bola ada 17, tapi yang dari Timnas U-23 ada tujuh yaitu, Abduh (M Abduh Lestaluhu), Teguh (Amirudin), Wawan (Febriyanto), Dimas Drajad, Manahati (Lestussen), (Ahmad) Nufiandani, dan saya," kata mantan penjaga gawang Timnas U-19 dan U-23, Ravi Murdianto.
Mereka telah dinyatakan lolos ke tes Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dalam waktu dekat ini, ketujuh pemain tersebut akan melakukan pendidikan militer yang akan dimulai 17 September mendatang.
Banyaknya para persepakbola muda ini masuk TNI karena dampak tak jelasnya sepakbola di Indonesia ini. Mereka harus menepi dulu dari lapangan hijau selama lima bulan. Itu karena dia harus mengikuti karantina TNI di Siliwangi, Bandung.
Meski menjadi penggawa TNI dirinya mendapatkan garansi bisa bermain bola. Di sini diperbolehkan menjalani profesi secara beriringan yang terpenting ada izin dari kesatuannya.
Ketujuh pemain ini akan dituntut lebih disiplin karena patut diketahui saat melakukan pendidikan militer pastinya mereka akan digembleng. Salah satu kebiasaan yang akan dilakoninya adalah bangun pagi buta.
"Bangun jam 4 sebelum subuh, abis itu langsung disuruh baris lari-lari. Biasanya kan bangun pagi nggak langsung siap, baris," pemain timnas U-23 lainnya, Teguh Amiruddin seperti dilaporkan RMOLJakart.Com (Grup RMOL).
Sementara itu mantan kapten Timnas U-23, Manahati Lestusen menuturkan, memang ada disiplin yang tinggi dalam masa karantina. Secara latihan fisik, Manahati mengaku tak terlalu kaget karena di sepak bola dia sudah terbiasa digembleng fisik.
"Ini bagian dari proses pendidikan. Sama seperti sepakbola ada latihan dari awal, TNI juga begitu. Ini masih awal, diikuti dan dinikmati saja," tegasnya.
Sayangnya satu pemain memilih mundur, pemain itu adalah Adam Alis dikarenakan ada tawaran dari klub luar negeri. Ia memilih mundur sebelum tes terakhir berlangsung di Pusdikkes (Pusat Pendidikan dan Kesehatan) TNI AD, di Kramat Jati, Jakarta Timur akhir pekan lalu.
"Bagi saya sepakbola mungkin rezeki utama saya, tetapi sampai saat ini proses nego masih berlangsung, saya belum bisa kasih keterangan lebih," tutur gelandang yang sempat menjadi bagian Martapura FC tersebut.
[wid]