Berita

Kata Suryadharma Ali, Pembelotan PAN Bukan Pengkhianatan

SELASA, 08 SEPTEMBER 2015 | 06:07 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Mantan Ketua Umum PPP Suryadharma Ali kurang sependapat dengan sebutan PAN sebagai partai pengkhianat karena memutuskan bergabung ke koalisi pendukung pemerintah.

"Saya tidak mau menyebut seperti itu (pengkhianatan), tapi pokoknya keluar dari komitmen," kata Suryadharma saat ditemui di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (7/9).

Menurut dia, pembelotan PAN pindah haluan merupakan pelanggaran atas komitmen yang telah disepakati dari pihak-pihak yang bergabung di KMP.

"Sekarang kalau Pak Zul (Zulkifli Hasan) dan PAN-nya bergabung ke pemerintah itu adalah haknya. Tidak ada sanksi (dari KMP) cuma komitmen moral saja sudah dilanggar," ucap dia.

Mantan Menteri Agama ini menegaskan bahwa KMP dibentuk untuk penyeimbang atau pengontrol jalannya pemerintahan. Sehingga, KMP bukan dijadikan musuh pemerintah.

"Jangan dipandang kalau KMP itu musuh pemerintah jangan dipandang begitu. Tapi harus dipandang sebagai penyeimbang sebagai kontrol, pemerintah tanpa kontrol bisa saja sewenang-wenang," tandas Suryadharma.[dem]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Kebijakan WFH Sehari Tunggu Persetujuan Presiden

Kamis, 26 Maret 2026 | 12:03

Tito Pastikan Skema WFH Sehari Tak Hambat Layanan Pemda

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:55

Purbaya Guyur Dana Lagi Rp100 Triliun ke Bank Himbara

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:45

Efisiensi Anggaran Harus Terukur dan Terarah

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:33

Pengamat Soroti Pertemuan Anies, SBY, dan AHY: CLBK Jelang 2029

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:22

Prabowo Tambah 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp239 Triliun

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:16

Efisiensi Energi Jangan Korbankan Pendidikan lewat Pembelajaran Daring

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:11

Emas Antam Mandek, Buyback Merosot ke Rp2,49 Juta per Gram

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:01

Akreditasi Dapur MBG Jangan Hanya Formalitas

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:00

KSP: Anggaran Pendidikan Tak Dikurangi

Kamis, 26 Maret 2026 | 10:58

Selengkapnya