Berita

Fu Kwet Khiong

Politik

Pendeta Fu: Jangan Kecam Setya Novanto Cs Hadir di Acara Trump

SELASA, 08 SEPTEMBER 2015 | 03:58 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kehadiran Ketua DPR RI, Setya Novanto dan rombongan dalam jumpa pers Donald Trump jangan dikecam. Bangsa Indonesia harus menyadari perilaku Setnov cs merupakan wajah elit politik kita hasil pemilu.

"Kita tidak perlu mengecam Setya Novanto atau Fadli Zon dengan kasus seperti itu. Kasus ini seperti pepatah mendulang air memercik air sendiri. Itulah wajah sesungguhnya dari para pemimpin bangsa yang kita pilih melalui sistem politik yang berlaku," ujar Pendeta Fu Kwet Khiong, pegiat kebangsaan, di Jakarta, Senin (7/9).

Sebagai pemilih, sebut Fu, bangsa ini harus ikut bertanggung jawab atas lahirnya pemimpin yang berperilaku koruptif, tidak memiliki kepekaan nasionalisme, dan tidak memperhatikan kebutuhan rakyat ataupun juga tidak memenuhi nilai-nilai budaya Indonesia.

"Kita harus mengambil pelajaran dari kasus ini. Jangan memilih pemimpin bangsa ataupun daerah yang memiliki kecenderungan "menggadaikan" negara ataupun daerahnya demi kepentingan kelompok, partai ataupun pribadi," ajak Pendeta Fu.

Pendeta Fu mengatakan jangan terlampau berharap bahwa para pemimpin bangsa meminta maaf atas kesalahan yang mereka perbuat.

"Jangankan minta maaf, merasa berasalahpun mereka tidak punya dan bahkan mencoba mencari alibi sebagai pembenar atas apa yang mereka perbuat. Yang lebih buruk lagi, tidak meminta maaf tetapi balik menyerang dengan pengalihan isu," ujar Pendeta Fu.

Para pemimpin bangsa ini, demikian Pendeta Fu menjelaskan lebih lanjut, sudah sampai pada batas tidak peduli terhadap bangsa dan negara.Nasionalisme yang senantiasa didengungkan para pemimpin bangsa hanyalah retorika belaka.

Menurut Pendeta Fu, Setya Novanto tidak sendirian. Perilaku sepertinya itu juga diperlihatkan oleh banyak para pemimpin bangsa yang mengaku nasionalismenya tak perlu diragukan tetapi justru melakukan penistaan dan penodaan atas nilai-nilai luhur yang telah ditanamkan oleh para pendiri bangsa.

"Bagaimana kita bisa berharap bangsa Indonesia bisa bangkit dari keterpurukan, jika para pemimpin bangsa tidak memberi contoh atau keteladanan dalam bersikap dan berperilaku. Kekacauan karena ketiadaan keteladanan sudah lama berlangsung di Indonesia," tukasnya.[dem]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya