Berita

basuki tjahja purnama/net

Ahok Jangan Asbun, Berhentilah Berpikir Bisnis Semata

SELASA, 08 SEPTEMBER 2015 | 00:38 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama diperingatkan untuk tidak asbun alias asal bunyi dalam menangani masalah parkir di ibukota.

"Kita minta Gubernur Ahok supaya berhenti berfikir soal bisnis semata, harus taat aturan dan jangan asal bunyi (asbun)," kata Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW), Edison Siahaan, dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Senin (7/9).

Edison mengatakan pihaknya mendukung penertiban parkir liar tetapi menolak upaya Ahok mengenakan tarif parkir di gedung DPRD DKI, di tempat ibadah, kantor pemerintah, bangunan sosial dan bangunan pendidikan.


"Ini tidak sesuai dengan Pasal 54 Perda DKI Nomor 5 tahun 2012 tentang Parkir yang mengatakan bahwa rumah ibadah, kantor pemerintah, bangunan sosial dan bangunan pendidikan tidak dikenakan tarif parkir," katanya.

Dia menyesalkan sikap Ahok yang saat ini mau memungut biaya parkir di basement Gedung DPRD, padahal beberapa hari sebelumnya mengatakan hal sebaliknya.
 
"Sekarang kenapa mau dikenakan tarif parkir? Ahok terlalu banyak bicara sehingga lupa apa yang pernah diucapkannya," tegas Edison.
 
Edison meningatkan, UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan Perda DKI Nomor 5 tahun 2012 mengamanatkan fasilitas parkir hanya bisa dilakukan di luar ruang milik jalan dan di ruang milik jalan.
 
Parkir, dikatakannya, adalah bagian dari prasarana jaringan jalan raya untuk mendukung sistim jaringan transportasi. Untuk itu, Pemprov DKI harus mengelola parkir sesuai dengan ketentuan agar Kamseltibcar bisa terwujud.

"Lalu lintas dan prasarana termasuk parkir adalah bentuk pelayanan sebagai tanggungjawab pemerintah terhadap rakyat, bukan untuk kepentingan untung rugi," tukasnya.[dem]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya