Berita

Ratu Margrethe II/net

Ratu Margrethe II akan Kunjungi Indonesia dan Bertemu Presiden Jokowi

SENIN, 07 SEPTEMBER 2015 | 19:52 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMO. Ratu Margrethe II dari Denmark dan suaminya, Pangeran Henrik direncanakan berkunjung ke Indonesia pada pekan ketiga bulan depan. Pasangan nomor satu di Denmark ini sudah pasti akan menemui Presiden Joko Widodo dan direncanakan mengunjungi tiga kota, yakni Jakarta, Surabaya dan Jogjakarta.

Kunjungan ke Indonesia itu ditujukan untuk memperkuat hubungan kebudayaan dan perdagangan kedua negara. Sebanyak 50 pengusaha akan mengikuti kunjungan Ratu Margrethe II.

Website www.danishstatevisit.dk mengatakan pengusaha-pengusaha yang ikut dalam rombongan Ratu Margrethe II secara umum mewakili empat sektor usaha, yakni inovasi maritim. inovasi perkotaan dan solusi kebersihan, inovasi agribisnis, dan inovasi design dan gaya hidup.


Diharapkan kunjungan itu akan membuahkan sejumlah kesepakatan di bidang pelayaran, pelabuhan, pembuatan kapal, teknologi dan pelayanan maritim, dan perikanan. Juga terbuka peluang kerjasama di bidang clean energy, energi terbarukan, efisiensi energi dan manajemen air bersih.

Hubungan diplomatik Indonesia dan Denmark dimulai pada tahun 1950, diikuti pembukaan kedutaan besar di Jakarta dan Kopenhagen pada 1974.

Denmark memberikan dukungan penuh terhadap pembicaraan damai antara pemerintah Indonesia dengan pihak Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang berbuah perdamaian pada 2005 lalu.

Sempat terjadi ketegangan menyusul pemuatan kartun-kartun yang menyerang umat Muslim oleh harian Denmark, Jyllands Posten, pada akhir September 2005. Namun situasi ini dapat diperbaiki dalam waktu singkat.

Pada tahun 2006 Menlu RI Hassan Wirajuda berkunjung ke Kopenhagen diikuti kunjungan Menlu Denmark Per Stig Moller. Di tahun yang sama, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono juga bertemu dengan Perdana Menteri Denmark Anders Fogh Rasmussen di New York. [dem]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya