Berita

shamsi ali/net

Shamsi Ali Dijuluki Donald Trump sebagai Smiling Moslem

SENIN, 07 SEPTEMBER 2015 | 11:58 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Shamsi Ali pernah bertemu dengan Donald Trump. Saat itu, tahun 2014, Beberapa hari setelah dia mendengar pernyataan Donald Trump yang menyudutkan umat Islam.

Demikian informasi soal Shamsi Ali ketika Harian Rakyat Merdeka, 20 Agustus lalu, pernah wawancara eksklusif dengannya.

Kembali ke Shamsi Ali dan Trump.


Shamsi menemui Trump ditemani Rabbi Yahudi Marc Scheneier dan Russel Simmons, seorang aktivis pembela kaum minoritas. Saat melihat Shamsi Ali, Donald Trump tertawa terpingkal-pingkal.

Rusell heran, lalu bertanya, kenapa? "I had never dreamt that I will meet a smiling Muslim" (Saya tidak pernah bermimpi untuk ketemu dengan seorang Muslim yang tersenyum). Begitulah jawab Trump. Shamsi saat itu agak tersinggung. "Saya yakin saya lebih sering tersenyum dari Donald Trump," kata Shamsi Ali, seperti ditulis di Facebook pribadinya, Juni 2014.

Shamsi Ali lalu menceritakan isi perjumpaan itu. Dia bertanya kepada Trump. "Dari mana gerangan Donald Trump berkesimpulan bahwa orang-orang Islam itu tidak tahu tersenyum?" Semua terdiam. Donald Trump serius menjawab: "Itulah yang selalu saya saksikan di televisi-televisi."

Kepada Trump, Shamsi mengatakan: "Mr Trump, sungguh sebelum saya datang ke kantor anda dan bertemu anda, saya ada kesimpulan negatif tentang anda. Sangkaan saya, Anda orang yang angkuh. Ternyata, Anda menyambut kami dengan senyuman dan bercanda, saya mendapati anda sebagai orang ramah. Kalau seandainya saya mengambil kesimpulan tentang orang besar seperti anda dari televisi atau media alangkah naifnya. Sungguh naifnya juga jika mengambil kesimpulan tentang 1,6 miliar manusia (Muslim) hanya dari televisi atau media."

Sejak saat itu, Trump tidak pernah lagi terdengar bicara yang menyudutkan Islam.

Shamsi mengatakan, jumlah muslim di Amerika saat ini sekitar 9 juta orang. Pasca 11 September, justru makin banyak orang Amerika masuk Islam. "Estimasinya sebesar 4 kali lipat," kata Shamsi Ali.

Orang Amerika bersifat terbuka dan rasa ingin tahunya amat tinggi. Karena itulah, pasca 11 September, banyak orang Amerika memburu dan membeli Al-Quran.

"Mereka ingin tahu informasi sebenarnya tentang Islam. Dan saat membaca Al-Quran, mereka justru menemukan Islam merupakan agama yang agung dan jauh dari apa yang mereka pikirkan selama ini," katanya. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya