Berita

Era SBY Tidak Ada Gejolak Rotasi Pimpinan Lembaga

MINGGU, 06 SEPTEMBER 2015 | 18:02 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Partai Demokrat menyinggung proses pergantian Kepala Bareskrim Polri Komjen Budi Waseso yang dilakukan mendadak, sehingga menimbulkan banyak tanya karena penilaian kinerjanya menegakkan hukum berdampak kegaduhan ekonomi.   

Wakil Ketua Umum Demokrat Syarief Hasan mengingatkan kembali di era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pergantian jabatan seorang pejabat dilakukan dengan cara terstruktur.

"Pergantian pejabat di lingkungan Polri, KSAL, KSAU, dan KSAD pada zaman SBY sudah sesuai undang-undang, itu semuanya melewati Wanjakti. Jadi semua itu dari bawah, setelah ada usulan Wanjakti. Kalau dari Polri dilengkapi dengan Kompolnas, setelah itu ada satu, dua, tiga nama," jelasnya di kantor DPP Demokrat, Jalan Kramat Raya, Jakarta (Minggu, 6/9).


Mantan Menteri Koperasi dan UKM itu pun menjabarkan tahapan penggantian pimpinan lembaga negara di masa pemerintahan SBY periode 2004-2014 lalu.

"Ini dibahas di tingkat Presiden, Presiden tanya ke Kapolri atau Panglima, siapa, apa latar belakangnya, bagaimana karirnya. Semua dibicarakan, di minta pandangan, setelah itu baru diputuskan," beber Syarief.

Oleh sebab itu, dengan tahapan yang terstruktur tidak muncul gejolak di pihak TNI maupun Polri saat dilakukan pergantian pimpinan.

"Usulan penggantian atau pengangkatan itu semua dari bawah, sehingga tidak ada gejolak yang muncul baik dari TNI ataupun Polri. Kejadian ini tidak pernah terjadi di era SBY," kata Syarief membandingkan.

Karena itu, Demokrat berharap pemerintahan Joko Widodo saat ini dapat menerapkan aturan baku yang ada dalam proses pergantian pimpinan lembaga negara. Agar tidak menimbulkan pro kontra di tengah publik.

"Artinya ada aturan, mekanisme, sistem baku yang harus diimplementasikan. Tidak berdasarkan sesaat saja, tidak berdasarkan rekomendasi sesaat," sindir Syarief. [wah]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Timur Tengah Memanas, PKB Ingatkan Ancaman Lonjakan Harga Pupuk

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:53

Likuiditas Februari Tumbuh 8,7 Persen, Ditopang Belanja Pemerintah dan Kredit

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:38

Trump Bikin Gaduh Lagi, Hormuz Disebut “Selat Trump"

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:53

Krisis BBM Sri Lanka Mulai Mengancam Sektor Pangan

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:17

Arus Balik Lebaran 2026 Dorong Rekor Baru Penumpang Kereta Api

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:53

Beban Utang AS: Masalah Besar yang Masih Diabaikan Pasar

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:24

IHSG Lesu Pasca Libur Lebaran, Asing Ramai-ramai Jual Saham

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:52

Amerika Sesumbar Bisa Habisi Iran dalam Hitungan Minggu Tanpa Perang Darat

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:40

Kapal Pertamina Masih Tertahan di Hormuz, DPR Desak Presiden Turun Tangan!

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:28

Komisi XII DPR: WFH Bukan Solusi Tunggal untuk Hemat Energi!

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:12

Selengkapnya