Berita

budi waseso/net

PANSUS BUWAS-GATE

Harus Ditemukan Jaringan yang Ingin Polisi Terus Terkooptasi

MINGGU, 06 SEPTEMBER 2015 | 06:46 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Rencana Komisi III DPR RI membentuk sebuah panitia khusus (Pansus) untuk menyelidiki misteri di balik pelengseran Komjen Budi Waseso (Buwas) sebagai Kabareskrim wajib diapresiasi dan didukung semua pihak.

Sebab selain secara kasat mata dan vulgar merupakan upaya tangan-tangan kekuasaan menghalang-halangi aparat penegak hukum membongkar skandal korupsi yang nyata, pencopotan Buwas sebagai Kabareskrim melanggar UU 2/2002 tentang Kepolisian Negara RI.

Menurut pasal 11 UU itu, hanya jabatan Kapolri yang ditentukan oleh Presiden dengan persetujuan DPR. Sedangkan penyidik, dan jabatan-jabatan lain sepenuhnya merupakan kewenangan Kapolri sesuai mekanisme di internal kepolisian. Presiden tidak memiliki kewenangan mengganti Kabareskrim, apalagi Wakil Presiden, dan apalagi Menko Polhukam.


"Jadi  melihat kronologi pelengseran Buwas sebagai Kabareskrim yang dimulai dengan pernyataan (politik) Wapres dan Menko Polhukam, maka patut dapat diduga ada kepentingan politik (kekuasaan) yang sangat kuat di balik semua ini," ujar Adhie M Massardi, Koordiantor Gerakan Indonesia Bersih (GIB).

Oleh sebab itu, demikian Adhie Massardi, pansus "Buwas Gate" harus bisa mengungkap jejaring politik yang menghendaki Polri tetap terkooptasi oleh kekuatan kleptokrasi yang ingin nyaman dalam menjarah kekayaan negara. [dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya