Berita

Pengukuhan PBNU Bukan Berarti Pengesahan

Pengurus Wilayah Peringatkan Said Aqil Cs Taat Hukum
SABTU, 05 SEPTEMBER 2015 | 18:32 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Gejolak internal di tubuh Nahdlatul Ulama pasca Muktamar Jombang terus berlanjut. Forum Lintas Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (FLPWNU) menyatakan bahwa acara pengukuhan yang dilakukan di Masjid Istiqlal tadi pagi bukan sebagai pengesahan pengurus PBNU masa bhakti 2015-2020.

"Dalam sejarah NU tidak dikenal istilah pengukuhan, yang ada kalau pengurus sudah lengkap maka dilakukan ta'aruf, perkenalan kepada masyaraat dan pemerintah," ujar Jurubicara FLPWNU, Halim Mahfudz, kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (5/9).

Halim memperingatkan semua pihak untuk mematuhi hukum karena saat ini sedang ada upaya hukum terkait kecurangan, manipulasi dan dugaan tindak kriminal yang terjadi selama Muktamar di Jombang.

"Jalur hukum adalah langkah bermartabat dalam menghentikan kedzaliman sebagai bagian dari ibadah amar ma’ruf nahi munkar seluruh jajaran FLPWNU. Langkah apapun yang dilakukan harus menunggu proses hukum yang saat ini sedang berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat," katanya.

Halim juga mengatakan kehadiran pemerintah yang diwakili Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam acara pengukuhan bukan sebagai pembenar sahnya kepengurusan dibawah kepemimpinan Said Aqil Siroj sebagai ketua umum dan Ma'ruf Amin sebagai Rais A'am.

"Harus diketahui bahwa Pemerintah bukan atasan PBNU, jadi tidak ada hak melantik atau mengukuhkan. Kehadiran pemerintah sama sekali bukan berarti pengesahan pengurus yang masih bermasalah karena masih digugat baik pidana maupun perdata," lanjutnya.

Menurut Halim, pengesahan pengurus bukan oleh kekuasaan tetapi nanti oleh pengadilan.

Beberapa pengurus yang tergabung dalam FLPWNU melaporkan bahwa mereka mendapat ancaman jika mereka tidak menghadiri acara pengukuhan tersebut. Untuk itu Halim menegaskan bahwa ancaman itu bisa menjadi bumerang bagi yang mengancam. 'PBNU’ sendiri masih bermasalah jadi mereka tidak bisa mengancam pengurus wilayah dan pengurus cabang yang tidak bermasalah.

Kalau 'PBNU' yang masih bermasalah tetap melakukan ancaman kepada PWNU maupun PCNU, maka FLPWNU sepakat akan melakukan gugatan atas ancaman tersebut di masing-masing daerah di seluruh Indonesia.

"Kami ingin sampaikan bahwa para kyai dan FLPWNU sudah berniat kuat menghentikan kedzaliman yang dilakukan pemimpin yang sewenang-wenang. Ini adalah bagian dari ibadah dan amar ma’ruf nahi munkar kami," tegas Halim.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Usai Raup Dana Jumbo, Danantara Diminta Transparan Soal Penyaluran Investasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:13

SLA Lampaui Target, Helita jadi Andalan Baru Layanan Digital Tangsel

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:09

Garda Bangsa: Program Pemerintah Dirasakan Masyarakat, Harus Dikawal

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:37

TVRI Jelaskan Proses, Cakupan, dan Distribusi Hak Siar FIFA hingga 2027

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:06

AMMSI: Penyesuaian Operasional MBG Perkuat Efisiensi Anggaran dan Tata Kelola Program

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:00

Ace Hasan Dorong Alumni UIN Jakarta Terus Berkontribusi untuk Bangsa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:24

Program 3 Juta Rumah Dipercepat, Pemerintah dan Danantara Bahas Meikarta hingga Inpres Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:08

Tiga Besar Fortune Southeast Asia 500, Pertamina: Motivasi Perkuat Ketahanan Energi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03

Saham Intel Melesat Usai Pernyataan Trump

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:32

Polisi Ungkap Rekayasa Perampokan di Menteng, Pelaku Dendam ke Korban Sejak 2020

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05

Selengkapnya