Pembangunan kantor megah Bank Mandiri yang terletak di jalan Kapten. A.Rivai, Palembang, tidak memberikan manfaaat apapun untuk masyarakat. Sebaliknya, jalan warga di Jalan Bintan, RT 16 RW 4 Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat (IB) 1 mengalami rusak parah akibat pembangunan tersebut.
Ketua RW 4 Taufik mengatakan, jalan rusak akibat terkena dampak dari pembangunan Bank Mandiri beberapa bulan yang lalu. Padahal, sudah beberapa kali, warga meminta agar pihak Bank Mandiri memperbaiki jalan yang rusak diakibatkan pembangunan beberapa bulan lalu.
"Warga meminta agar jalan ini segera diperbaiki termasuk fasilitas pendukung lainnya. Karena, selain jalan, ada beberapa fasilitas lain seperti lampu jalan yang rusak, terkena dampak pembangunan," jelasnya seperti diberitakan RMOLSumsel sesaat lalu (Sabtu, 5/9)
Menurut Taufik, Sejak dibangun, banyak keluhan warga karena ketidaknyamanan yang disebabkan aktifitas Bank Mandiri tersebut. Tidak hanya jalan rusak, lampu jalan yang padam dan suara bising genset juga menjadi keluhan warga sekitar kantor yang terletak di sebelah kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumsel itu.
"Kebisingan genset saat ini benar-benar mengganggu, karena suaranya yang sangat besar. Karena, Bank Mandiri membangun genset terlalu dekat dengan pemukiman warga. Sudah kami laporkan, tapi belum ada respon dan solusi menyangkut kebisingan genset," ucapnya.
Sebelum gedung ini dibangun, Jalan Bintan tidak ada kerusakan dan cukup nyaman saat dilalui. Namun setelah pembangunan berjalan truk besar dan alat berat masuk telah membuat kerusakan jalan dan tidak nyaman dilalui. Bahkan lampu jalan yang dibuat untuk menerangi sisi tembok bangunan padam dan jalan di lorong warga sekitar gelap gulita.
"Kami tidak minta apa-apa, kami hanya minta Bank Mandiri peduli terhadap kenyamanan warga sekitar. Seharusnya juga ada kepedulian terhadap pendidikan dan sosial warga sekitar, seperti pembangunan PAUD yang pernah diminta masyarakat sebelum pembangunan, bukan malah menimbulkan kerusakan jalan," cetusnya.
Sementara itu, salah satu warga juga mengungkapkan, selain kerusakan fasilitas umum, dirinya pernah menemukan aliran solar dari bangunan genset bank ini. Bahkan hingga kini masih disimpan bekas solar yang mengalir tersebut.
"Warga bukan mendapat manfaat dari gedung mewah ini, malah ancaman dari adanya minyak yang mengalir ke saluran air yang mudah terbakar, yang dapat menimbulkan bencana besar. Meski sudah diperbaiki, pembangunan ini seperti banyak mudoratnya dibandingkan manfaatnya dari pembangunan kantor Bank Mandiri di dekat pemukiman kami," kata salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
[ian]