Berita

Bisnis

Kereta Cepat Dibiayai Dana Investasi Bisa Selamatkan Negara

JUMAT, 04 SEPTEMBER 2015 | 17:49 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Rencana pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung bukan menggunakan dana APBN dinilai sudah ideal.

Anggota Komisi V DPR RI Soehartono dalam keterangannya hari ini mengatakan pembangunan kereta cepat dengan menggunakan dana investasi akan membawa dampak positif bagi perekonomian dalam negeri.
 
"Investasi akan memacu sentimen positif bagi perekonomian Indonesia, dan turut menyelamatkan Indonesia dari lesunya perekonomian global," ujarnya.


Anggota DPR dari Dapil Jatim VIII ini mengatakan, pro kontra atas rencana proyek kereta cepat jika dibiayai APBN. Tapi jika sifatnya investasi dirinya yakin pandangan masyarakat akan lain. Pembangunan kereta api jalur cepat akan semakin mengurai kejumudan transportasi darat antara Jakarta dan Bandung.

"Kedekatan geografis maupun geopolitik antara Jakarta dan Bandung membuat tingkat interaksi dan mobilitas keduanya relatif tinggi. Jika kita tengok pengalaman Jepang atau Tiongkok, keduanya juga memiliki moda kereta api cepat yang pada gilirannya turut menopang perekonomian mereka," katanya.

Soehartono menjelaskan bahwa dirinya bersama Fraksi Nasdem terus berkonsolidasi mendukung upaya pemerintah merealisasikan proyek kereta api cepat tersebut.

"Fraksi Nasdem mendukung sepanjang dana yang digunakan sepenuhnya dari investor, tanpa harus mengurangi APBN," tuturnya.[dem]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya