Berita

Usai Makan Siang Bersama di Istana, PKL Kecewa terhadap Jokowi

JUMAT, 04 SEPTEMBER 2015 | 14:42 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) kecewa dengan jamuan makan siang Presiden Jokowi bersama ratusan PKL di Istana Negara Jakarta kemarin.

Pasalnya, dalam pertemuan itu sama sekali tidak dibahas soal PKL yang menderita di negeri sendiri, diperlakukan diskriminatif, intimidatif, digusur, dan diusir semena-mena dengan tidak berperikemanusiaan di saat mereka mencari rezeki untuk keluarganya.

Jokowi hanya berpromosi penurunan bunga KUR dari 23 persen menjadi 12 persen per tahun. Hal itu dinilai bukan hal substansional. Karena tetap saja PKL tak bisa akses KUR kalau tidak miliki jamiman.


Padahal, kata Ketua Umum DPP APKLI Ali Mahsun (Jumat, 4/9), PKL di seluruh Tanah Air tidak akan pernah lupa bahwa pertama kali yang disebut Jokowi dalam pidato perdana sebagai Presiden RI di hadapan publik di Kawasan Monas Jakarta, pada 20 Oktober 2014, adalah PKL.

"Pada waktu itu, Pak Jokowi bilang, 'mana PKL, mana pedagang bakso, mana pedagang sate......'," ujar Ali menirukan ucapan.

Namun, sungguh memilukan tidak lama kemudian, pada Musrenbangnas RI Desember 2014 lalu, Jokowi akan menyingkirkan lima juta PKL dari kawasan wisata yang dianggap biang kerok rendahnya kunjungan wisata asing ke Indonesia.

Menurut Ali, PKL butuh bukti, tidak butuh janji-janji dan harapan semu. Jangan terus menerus jadikan PKL untuk popularitas belaka, untuk alihkan isu kegagalan Pemerintahan Jokowi-JK kelola ekonomi Indonesia.

"Sakitnya tuh disini Pak Jokowi. APKLI takkan rela siapa saja, tak terkecuali Presiden Jokowi yang hanya jadikan PKL sebagai intrumen pencitraan belaka, lebih-lebih jadi alat pengalihan isu atas makin gaduhnya ekonomi dan politik nasional saat ini," demikian Ali Mahsun. [zul]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya