Berita

Buwas Benar-benar Tersandung Pelindo II

JUMAT, 04 SEPTEMBER 2015 | 06:15 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti sudah memastikan akan melantik Komjen Anang Iskandar sebagai Kabareskrim. Penggerebekan Pelindo oleh Bareskrim pun, makin kencang disebut-sebut jadi penyebab pencopotan Jenderal Budi Waseso.

Direktur Energi Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahaean, mengatakan sulit untuk tidak mengaitkan isu pencopotan Jenderal Buwas dengan kasus Pelindo yang ditangani Bareskrim.

Terlebih setelah penggeledahan,  RJ lino Dirut Pelindo, pontang-panting menelpon Sofyan Djalil, dan Menteri BUMN Rini. Bahkan Menteri BUMN, sampai menelpon Kapolri. Lalu, setelah itu Wapres Jusuf Kalla angkat suara juga.

Kemudian muncul isu pencopotan Jenderal Buwas.

"Rangkaian kisah ini membuat publik bertanya-tanya, ada apa ini. Jadi ini konspirasi besar antara mafia migas, mafia pelabuhan bersama sama dengan kekuasaan yang kita duga meminta bantuan dan berlindung kepada kekuasaan di republik ini," katanya di Jakarta, kemarin (Kamis, 3/9).

Menurut Ferdinand, isu kedekatan RJ Lino dengan sejumlah nama penting di lingkar kekuasaan sudah banyak yang membicarakan. Jadi kalau sekarang muncul dugaan, bahwa isu pencopotan Jenderal Buwas adalah sebuah skenario, adalah hal yang wajar.

Ferdinan termasuk yang percaya bahwa isu pencopotan Jenderal Buwas sudah diskenariokan.

"Ini konspirasi besar dan jahat luar biasa untuk menghentikan langkah Bareskrim yang sedang mengusut kasus besar mafia migas dan mafia di Pelindo," katanya.

Apalagi di media sosial beredar kabar, Clarissa anak kedua RJ Lino memiliki saham 46.6% di Bukaka lewat amadeus acquisition.

Tak hanya itu, Sofyan Djalil pernah menjadi komisaris utama anak usaha Pelindo II yakni PPI. Sementara adik Menteri BUMN Rini Soemarno, Ongky Soemarno dikabarkan cawe-cawe dalam perpanjangan konsesi  JICT.

Tiga orang ini adalah yang diklaim RJ Lino menjadi bekingnya menghadapi aksi Buwas.

Padahal kata Ferdinand, selama ini publik sangat haus melihat perbaikan kinerja di tubuh Polri, terutama dalam memerangi korupsi. Sekarang kehausan itu mulai terjawab dengan langkah berani Bareskrim yang dengan lugas langsung membongkar kasus besar seperti kasus TPPI. Bahkan langsung menetapkan tersangkanya.

"Sekarang semangat pemberantasan korupsi dan perang terhadap mafia ingin dipatahkan oleh kekuatan para mafia yang kolaborasi dengan kekuasaan," katanya.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

4 Lapis Kegagalan PSSI dan Otoritas Liga

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:18

Air Zamzam Jemaah Haji akan Didistribusikan di Tanah Air

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:00

Gibran Prioritaskan Program MBG di Wilayah 3T

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:21

Ceko Kontra Afsel Berbagi Skor 1-1

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:19

Wamendes Dorong Intelektual Muda Mendukung Pembangunan Desa

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:00

MBG Bermanfaat untuk Masa Depan Anak-anak

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:26

Bomba Sayang Bumi Bagikan Bibit Tanaman di Muara Enim

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:11

Rupiah Tak Bisa Kuat hanya dengan Kebijakan Moneter

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:00

Warga Papua Surati Presiden Prabowo Minta Atensi Kasus Lahan Rp50 Miliar

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:51

Kinerja Mendag Budi Santoso Harus Dievaluasi Demi Akselerasi Ekonomi

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:37

Selengkapnya