Berita

Inilah Pidato Prabowo Melepas Kepergian Zulkifli Hasan Cs

JUMAT, 04 SEPTEMBER 2015 | 01:40 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Usai pertemuan KMP di Bakrie Tower, Jakarta, Kamis malam (3/9), Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyampaikan pesan tentang kekuatan negara.

Sebuah negara, katanya, hanya kuat apabila benar-benar memiliki semua aktivitas produksi dan ekonomi di dalam negeri. Tanpa itu, sebesar apapun tingkat pertumbuhan, sebuah negara sebenarnya lemah.

Berikut isi pernyataan Prabowo yang disampaikan usai pertemuan melepas kepergian Zulkifli Hasan yang memutuskan bergabung dengan pemerintah.


SAYA ingin gunakan kesempatan ini untuk bicara tentang rupiah, bicara tentang kedaulatan. Tentang kepemilikan. Rupiah akan kuat jika ekonomi negara kuat.

Kekuatan itu tentang kepemilikan. Kamu punya apa? Negara kita punya apa? Jika aktivitas ekonomi banyak, tetapi bukan milik negara, bukan milik warga negara, Indonesia tidak akan pernah bisa jadi negara kuat. Karena keuntungan ekonomi lari ke negara lain. Batu bara, tambang, dan sebagainya.Jadi, pertumbuhan 5% atau 6% saya berani katakan, mau pertumbuhan 12% pun kalau kepemilikannya bukan di tangan bangsa Indonesia, tidak ada artinya.

Sebagai contoh, katakanlah perusahaan Astra. Perusahaan Astra nilainya sekarang, jika tidak salah, lebih dari 45 miliar dolar AS. Tetapi, pemiliknya adalah orang asing. Berarti, keuntungan itu mengalir ke luar negeri. Demikian pula dengan BCA, nilainya adalah 15 miliar dolar AS dan keuntungannya juga mengalir ke luar negeri, dan seterusnya.

Satu persatu aset itu bisa kita cek, sekarang Pak Zul kita bisa titip, jika apa yang diputuskan PAN memang benar untuk bangsa dan rakyat Indonesia ini harus dibicarakan, jangan pura-pura tidak tahu.

Pelabuhan Tanjung Priok, 30 tahun lagi akan diberikan ke orang asing, Pelabuhan Belawan juga akan diberikan ke asing lagi, Pelabuhan Surabaya. Jadi, pelabuhan saja kita tidak bisa kelola. Pelabuhan itu bukan teknologi tinggi, bangsa Indonesia dianggap tidak bisa mengelola pelabuhannya sendiri. Bahkan pangkalan udara Angkatan Udara Halim, diserahkan ke perusahaan, yang harus kita cek mungkin kepemilikannya milik asing juga.

Saya kira itu titipan saya, ini perjuangan KMP, kami tadi akhirnya ‘legowo’ dalam pertemuan dengan pak Zulkifli Hasan.

Kita akhirnya mengeluarkan unek-unek dan kita akhirnya mendapat suatu kejelasan dan keyakinan kembali bahwa kawan-kawan di panggung untuk mencoba berkomitmen untuk kepentingan bangsa dan negara, bahkan beliau juga mengatakan di parlemen akan tetap bersama kita.

Jadi kita juga mohon, bahwa rakyat menaruh harapan kepada kita, rakyat menaruh harapan kepada KMP. Dengan KMP kita bisa menjadi mitra, kita bisa menjadi imbangan pemerintah untuk bersama-sama menggapai masa depan bangsa Indonesia.

Sekian itu dari saya, ini salah protokol kalau minta saya bicara, akhirnya saya jadi kampanye sedikit. Saya ingin menutup sambutan saya dengan membacakan pantun.

Satu dua cempaka biru, tiga empat dalam jambangan.

Kalau mendapat kawan yang baru, kawan lama dilupa jangan.

Itu pantun untuk Pak Zul.

Wassalamualaikum Wr.Wb. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya