Berita

Politik

Indriyanto: Perlu Tidaknya Pembidangan Tergantung Komisioner KPK

RABU, 02 SEPTEMBER 2015 | 09:54 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Perlu atau tidaknya pembidangan bagi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tergantung kebijakan para komisioner.

Hal ini dikemukakan Plt Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (2/9).

"Itu menyangkut diskresi pimpinan terkait perlu tidaknya penugasan atas dasar pembidangan atau tidak," kata dia.


Indriyanto menilai, jika memang dirasa perlu maka pimpinan bisa menerapkannya, begitu sebaliknya. Terpenting, lanjut guru besar Universitas Krisna Dwipayana ini, adalah bagi pimpinan KPK nantinya harus memahami tata kelola dan pola kinerja dari semua kedeputian.

Selain itu, format UU kedeputian harus dipahami oleh semua pimpinan serta tidak dimaknai secara parsialitas.

Oleh sebab itu, pakar hukum pidana ini meminta semua pihak menghormati keputusan Pansel KPK. Sebab, pilihan Pansel tentu sudah melalui rekam jejak yang diperoleh dari masyarakat maupun lembaga penegak hukum. Walaupun, nantinya setiap keputusan pasti akan menimbulkan pro dan kontra.

"Kekurangan dan kelebihan bahkan pro kontra capim sesuatu yang wajar saja. Jadi kita masih menunggu presiden mengirim nama-nama ini kepada DPR untuk dilakukan fit and proper test-nya," ujar dia.

Kemarin (Selasa, 1/9), kemarin Pansel KPK telah menyerahkan delapan nama calon pimpinan KPK yang lolos seleksi tahap akhir kepada Presiden Joko Widodo. Delapan nama tersebut ditempatkan di empat bidang yang telah ditentukan Pansel. Antara lain, deputi pencegahan, penindakan, manajemen, supervisi/koordinasi/monitoring.[wid]


Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Timur Tengah Memanas, PKB Ingatkan Ancaman Lonjakan Harga Pupuk

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:53

Likuiditas Februari Tumbuh 8,7 Persen, Ditopang Belanja Pemerintah dan Kredit

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:38

Trump Bikin Gaduh Lagi, Hormuz Disebut “Selat Trump"

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:53

Krisis BBM Sri Lanka Mulai Mengancam Sektor Pangan

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:17

Arus Balik Lebaran 2026 Dorong Rekor Baru Penumpang Kereta Api

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:53

Beban Utang AS: Masalah Besar yang Masih Diabaikan Pasar

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:24

IHSG Lesu Pasca Libur Lebaran, Asing Ramai-ramai Jual Saham

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:52

Amerika Sesumbar Bisa Habisi Iran dalam Hitungan Minggu Tanpa Perang Darat

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:40

Kapal Pertamina Masih Tertahan di Hormuz, DPR Desak Presiden Turun Tangan!

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:28

Komisi XII DPR: WFH Bukan Solusi Tunggal untuk Hemat Energi!

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:12

Selengkapnya