Berita

Kejaksaan Jangan Usut Kasus untuk Tawar Menawar Politik

SELASA, 01 SEPTEMBER 2015 | 21:59 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Relawan Jokowi mengingatkan Kejaksaan Agung agar bekerja profesional dalam menegakkan hukum.

"Jangan jadikan sebuah kasus sebagai alat tawar menawar politik," kata Relawan Jokowi, Ferdinand Hutahaean, dalam keteranga tertulis yang diterima redaksi, Selasa (1/9).

Penanganan kasus dugaan penjualan hak tagih (cessie) pada Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) yang disebut-sebut melibatkan Victoria Securities Internasional Corporate (VSIC) salah satu yang disorot Ferdinand.


Dia mengatakan kasus ini menggelinding ke permukaan tak lepas dari motif politik setelah Presiden Jokowi melakukan reshuffle.

"Pergantian menteri yang membawa Thomas Lembong ke kursi menteri perdagangan, yang mana beliau dulu jabatan yang dipegang Lembong waktu itu adalah Kepala Divisi Asset Management Investment BPPN. Ini terkesan ada nuansa politis," papar dia.

Ferdinand berharap HM Prasetyo sebagai kepala Koprs Adhiyaksa transparan dan tak memilki maksud politis tertentu dalam menangani perkara tersebut. Dia ingatkan kejagung harus mengusut semua pejabat BPPN karena ketika itu BPPN banyak menjual aset.

"Apa yang dilakukan Kejagung belakangan memang sedikit janggal," tukasnya.[dem]


Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya