Berita

agung laksono/net

Politik

Kolega Tak Tahu Agung Laksono Diperiksa Polisi

SELASA, 01 SEPTEMBER 2015 | 17:50 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kabar pemeriksaan Agung Laksono oleh kepolisian belum menyebar luas di kalangan pengurus Golkar hasil Munas Ancol.

Ketua DPP Leo Nababan misalnya mengaku tak tahu Agung diperiksa. Hal yang sama disampaikan Agun Gunanjar Sudarsa ketika dikonfirmasi Kantor Berita Politik RMOL

"Belum dengar saya," kata Leo melalui sambungan telepon, sesaat lalu (Selasa, 1/9).


Leo menyampaikan maaf tidak bisa berlama-lama dihubungi karena sedang mengikuti rapat. Suara riuh beberapa orang terdengar di ujung telepon Leo beberapa saat sebelum menutup sambungan.

Ketua DPP Golkar kubu Agung lainnya, Agun Gunanjar Sudarsa juga tidak tahu Agung diperiksa. Dia mengaku pertama kali mendengar Agung diperiksa ketika ditanya mengenai kebenaran kabar tersebut.

"Saya belum tahu," ucap Agun.

Beredar kabar Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Ancol, Agung Laksono, diperiksa polisi dari jajaran Polda Sumatera Utara, hari ini (Selasa, 1/9).

Agung disebut-sebut diperiksa dalam kasus dugaan mahar politik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Labuhan Batu Selatan (Labusel), Desember 2015.

Informasi mengenai pemeriksaan Agung beredar di kalangan wartawan sore tadi. Pemeriksaan Agung berlangsung di Kantor DPP Golkar, Jalan Anggrek Neli, Slipi, Jakarta Barat.

Memang sempat terjadi kisruh terkait dukungan Golkar terhadap pasangan calon bupati dan wakil bupati Labusel. Tapi mengenai isu mahar politik tidak mengemuka secara gamblang.

Kisruh terjadi karena dukungan ganda. Kubu Agung yang memiliki 4 kursi DPRD memberikan dukungan terhadap pasangan Usman Nasution-Arwi Winata dan ke pasangan Wildan Aswan Tanjung-Kholil Jufri Harahap. Belakangan KPUD membatalkan dukungan kepada salah satunya.

Belakangan kubu Agung melaporkan adanya dugaan pemalsuan dokumen dukungan yang dilakukan pasang Usman-Arwi. Polda Sumut antara lain sudah melakukan penggeledahan di kantor KPUD Labusel untuk mendalami kasus ini.[dem]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya