Berita

Andi Gani Nena Wea/net

Wawancara

WAWANCARA

Andi Gani Nena Wea: 67 Ribu Buruh Sudah di-PHK, Puncaknya Perusahaan Gulung Tikar

SELASA, 01 SEPTEMBER 2015 | 09:42 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Sekitar 60 ribu buruh dari tiga konfederasi di Indonesia akan turun aksi Selasa ini (1/9) untuk menyampaikan aspirasinya kepada Presiden Jokowi di Istana Negara.

"Kami turun aksi kali ini sebagai bentuk kepedulian dan kekritisan kami kepada Presiden untuk bersama-sama mencari solusi per­ekonomian saat ini," kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Dua konfederasi selain KSPSIyang turun kali ini yakni Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (pimpinan Said Iqbal) dan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (pimpinan Mudhofir). "Saya sudah menda­patkan informasi besok kami diterima lima menteri untuk me­nyampaikan beberapa masukan dan tuntutan buruh di seluruh Indonesia," paparnya.


Berikut kutipan selengkapnya:

Kenapa harus lakukan demo besar-besaran, bukankan Anda dikenal sangat dekat dengan Jokowi?
Betul, saya sangat dekat dengan Presiden Jokowi. Ini contoh demokrasi yang ditun­jukkan Presiden. Tidak mem­permasalahkan aksi kami ini sama sekali. Sebagai sahabat kita harus mau memberikan masukan karena kita sayang dengan Presiden.

Kenapa dengan demo, bu­kankah bisa dianggap men­dongkel?
Kami ingatkan pemerintahan ini dengan cara yang elegan. Pengerahan massa besar tapi berjalan tertib dan damai. Tidak perlu ada kekhawatiran isu meng­goyang pemerintah. Saya sahabat Presiden, tentu saya akan menjaga beliau menjalankan pemerintahan ini sampai 2019. Saya sahabat yang kritis juga realistis.

Apa ada demo di daerah?
60 ribu massa turun aksi di Jakarta, selebihnya bergerak di hampir 20 provinsi di Tahan Air.

Massa dari mana saja yang akan datang?
Massa akan berdatangan dari Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Medan, Makassar, Medan, Papua dan lainnya.

Di sekitar Sudirman-Thamrin kan sedang ada pembangu­nan proyek MRT, apa nggak buat macet?
Kami akan memindahkan posisi titik kumpul dari HI ke Sarinah. Hal itu dilakukan untuk mengurangi beban kemacetan dan kami pun terus melakukan diskusi bersama Kapolda Metro dan Pangdam Jaya untuk mejaga eskalasi gerakan besok.

Siapa saja yang akan men­erima buruh?
Rencananya kami akan diterima oleh Sekretaris Kabinet, Menko Polhukam, Menkes, Menaker, Menko Perekonomian, Menteri Keuangan dan juga Deputi Kepresidenan untuk menyampai­kan tuntutan kami. Sebelumnya Presiden menyampaikan kepada kita bahwa pemerintah menga­lami kesulitan dan harusnya ajak dialog para buruh.

Memangnya selama ini para pimpinan buruh tidak diajak berdialog?
Kami melihat yang dipanggil adalah asosiasi pengusaha terus. Sedangkan para presiden-pres­iden buruh tidak diajak bicara. Harusnya diajak bicara menge­nai masalah bangsa yang saat ini sedang mengalami kesulitan.

Apa target dari aksi ini?
Untuk mencari out put dari masalah ini. Kami minta Presiden bersama-sama buruh menyele­saikan masalah perekonomian bangsa. Pemerintah harus berter­us terang kondisi riil yang terjadi dengan ekonomi bangsa ini

O ya, apa tanggapan Anda mengenai rencana pengha­pusan kewajiban berbahasa Indonesia bagi pekerja asing?
Saya akan minta Presiden jangan lakukan itu. Ini sebe­narnya sebagai filter bagaimana pemerintah melindungi pekerja dalam negeri.

Bagaimana dengan PHK?
PHK saat ini sudah terjadi sebanyak 67 ribu orang di se­luruh Indonesia. Kalau kondisi ini dibiarkan terus, maka akan mencampai puncaknya di akhir 2015 dan banyak perusahaan gulung tikar.

Pemerintah keluarkan pa­ket ekonomi, apa itu nggak cukup?

Memang pemerintah keluarkan tax holiday kepada investor as­ing. Seharusnya berikan insentif kepada dunia usaha dalam negeri dong. Jangan target pajak digenjot sekeras-kerasnya, bahkan sampai hukuman badan, tapi tidak meli­hat kondisi ekonomi yang terjadi sekarang. Daya beli masyarakat sangat turun, properti turun dan lainnya turun jauh. Kalau perusa­haan tidak bisa produksi dan daya beli juga anjlok, ekonomi pasti tidak bisa bangkit. ***

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

PKB Merawat NU Tanpa Campuri Urusan Internal

Kamis, 05 Februari 2026 | 18:01

Polisi: 21 Karung Cacahan Uang di TPS Liar Terbitan BI

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:56

Seskab: RI Belum Bayar Iuran Board of Peace, Sifatnya Tidak Wajib

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:51

Ekonomi Jakarta Tumbuh Positif Sejalan Capaian Nasional

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:46

Amdatara Gelar Rakernas Perkuat Industri Air Minum Berkelanjutan

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:30

Mahfud Sebut Sejarah Polri Dipisah dari Kementerian Hankam karena Dikooptasi

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:14

AHY Optimistis Ekonomi Indonesia Naik Kelas

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:13

Gaya Komunikasi Yons Ebit Bisa Rusak Reputasi DPN Tani Merdeka

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:08

Juda Agung Ngaku Mundur dari BI karena Ditunjuk Prabowo Jadi Wamenkeu

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:05

Tragedi Anak di Ngada Bukti Kesenjangan Sosial Masih Lebar

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:04

Selengkapnya