Berita

Jenderal Badrodin Haiti/net

Wawancara

WAWANCARA

Jenderal Badrodin Haiti: 11 Ribu Personel Polri Siaga, Buruh Laggar Ketertiban Umum, Kami Tindak Tegas

SELASA, 01 SEPTEMBER 2015 | 08:24 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Sekitar 60 ribu buruh se-Jabodetabek, rencanaya akan menggelar aksi demo besar-besaran di kawasan Istana Negara, Jakarta, Selasa ini (1/9).

Bagaimana antisipasi Kepolisian agar demo berjalan tertib? Berapa banyak personel dikerahkan? Mampu Kepolisian menjaga demo agar tak berujung anarkis? Simak wawancara den­gan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti berikut ini:

Bagaimana agar demo bu­ruh tidak rusuh?

Saya mengimbau para buruh agar tidak melakukan tinda­kan yang mengganggu ketert­iban umum saat berunjuk rasa. Rekan-rekan buruh saya minta tidak melakukan sweeping, kekerasan, menutup jalan, atau menduduki tempat tertentu.

Saya mengimbau para buruh agar tidak melakukan tinda­kan yang mengganggu ketert­iban umum saat berunjuk rasa. Rekan-rekan buruh saya minta tidak melakukan sweeping, kekerasan, menutup jalan, atau menduduki tempat tertentu.

Ada peringatan untuk para buruh yang berunjuk rasa itu?
Saya memperingatkan, bila para buruh melakukan pelang­garan hukum dan mengganggu ketertiban masyarakat, kami akan menindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Yang melanggar hukum, mem­buat keonaran, yang membuat ketidakpatutan, siapapun dia akan kami tindak tegas.

Keadaan negeri kita sedang begini (perlambtan ekonomi), kita semua sangat bersahabat untuk menghadapi semua. Tapi bila ada yang melanggar hukum tidak akan kami toleransi. Yang jelas kami telah bersiap dalam menghadapi demo buruh besar-besaran itu.

Berapa banyak personel dikerahkan?
Sebanyak 11 ribu personel Polri disiagakan untuk menga­mankan buruh besok (hari ini). Selain itu, masih ada cadangan. Dari TNI juga siap membantu. Ada cadangan-cadangan juga dari TNI yang disiapkan.

Di mana saja personel di­siapkan?
Di titik-titik rawan, mulai dari HIhingga Istana. Kita harapkan bisa dialog dengan buruh di kantor Gubernur. Menkes dan Menaker bisa mewakili untuk menerima. Sampai sekarang info yang diterima ada 52 ribu buruh, tapi lihat besok (hari ini) gimana.

Apa harapan Anda?
Harapan saya unjuk rasa bisa berjalan damai.

O ya, calon pimpinan KPK yang dijadikan tersangka oleh Bareskrim masih misterius nih. Beragam spekulasi mun­cul di masyarakat tentang deretan nama yang disasar Kepolisian?
Saya memilih menyerahkan hal itu kepada Panitia Seleksi Capim KPK. Saya tidak mung­kin sebutkan itu, saya kembalikan ke Pansel dan saya tidak mungkin sampaikan. Kami men­jalankan amanat yang diminta Pansel untuk menelisik rekam jejak para capim KPK secara clean and clear dari tindak pidana. Tinggal Pansel mau pertimbangkannya bagaimana, kita melaksanakan tugas yang Pansel mintai bantuan.

Apakah tersangka ini per­nah menjadi pejabat negara?
Silakan tanya Pansel. Polri tidak akan mengumumkan ke publik terkait identitas calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi yang ditetapkan sebagai tersangka.

Hal itu tidak perlu dilaku­kan karena tengah berlangsung proses seleksi calon pimpinan KPK. Saya sampaikan bahwa kita hanya memberikan hasil penelusuran track record ke­pada Pansel. Tidak perlu saya sampaikan ke media, kan masih menunggu proses di Pansel.

Sejauh ini, Polri hanya men­jalankan tugas sesuai dengan permintaan untuk menelusuri rekam jejak calon pimpinan KPK. Sementara itu, mengenai apakah hasil penelusuran itu digunakan oleh Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK, hal terse­but diserahkan kepada Pansel KPK.

Dirut Pelindo II RJ Lino marah besar saat menge­tahui kantornya digeledah Bareskrim Polri, komentar Anda?

Saya menilai hal tersebut wajar. Ya wajar saja marah. Tapi saya pastikan, tidak ada yang salah dengan penggeledahan yang dilakukan Bareskrim. saya menilai hal itu sudah sesuai dengan aturan penegakan hukum. Itu kan penegakan hukum. Jadi legalitasnya sudah ada. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya