Berita

foto:dok

Olahraga

Piala Presiden harus Jadi Momen Rekonsiliasi PSSI dan Menpora

SENIN, 31 AGUSTUS 2015 | 06:47 WIB | LAPORAN:

Ketua Komisi X, Teuku Riefky Harsya menyatakan sangat mengapresiasi  Piala Presiden 2015 yang digagas oleh pihak Mahaka Sport & Entertainmen. Dia berharap hajatan ini dapat membangkitkan sepak bola Indonesia kembali.

"Kami mengapresiasi langkah saudara Erik Thohir Ketua OC Piala Presiden 2015 yang juga pemilik Mahaka Sport yang sudah berupaya menebarkan energi positif dalam menggairahkan kembali persepakbolaan Indonesia setelah mati suri," kata Riefky, Minggu malam (30/8).

Seperti diketahui ISL 2015 terhenti bulan Mei lalu sejak kisruh SK pembekukan kegiatan PSSI oleh Menpora, yang berujung turunnya sanksi FIFA. Kehadiran komisi X dalam acara pembukaan Piala Presiden 2015 menjadi penting karena sejak konflik Kemenpora dengan PSSI muncul sembilan bulan yang lalu, Komisi X kerap mengadakan berbagai rapat untuk memfasilitasi kisruh sepak bola nasional tersebut.


"Walaupun kompetisi ini tidak masuk dalam agenda resmi FIFA, Kami berharap  penyelengaraan Piala Presiden 2015 ini untuk sementara dapat memutar roda kegiatan kompetisi sepak bola nasional. Harapan utama kami sebagai wakil rakyat, event ini dapat menjadi momen awal rekonsiliasi antara Kemenpora dan PSSI." pungkasnya.

Komisi X DPR-RI yang membidangi Pendidikan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata menghadiri pembukaan Piala Presiden 2015 yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar Bali. Rombongan Komisi X yang dipimpin langsung oleh Ketuanya Teuku Riefky Harsya tiba di Bali,  siang harinya.

Piala Presiden dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo serta dihadiri oleh pejabat dan tokoh lainnya seperti, Panglima TNI, Kapolri, Menkeu Menpora, Ketum PSSI, Gubernur Bali, Bupati Gyanyar serta pemain legenda Timnas Italia dari Inter Milan Youry Djorkaeff.

Ke-12 anggota Komisi X yang hadir, Ketua, Teuku Riefky Harsya (FPD), Wakil Ketua, Ridwan Hisyam (FPG), Asdi Narang (FPDIP), Junico Siahaan (FPDIP), Zulfadhli (FPG),  Sutan Adil H (Gerindra), Dedi Wahidi (PKB),  Luky hakim (PAN),  Nurhasa Zaidi (FPKS), Anas Taher (FPPP), Kresna Dewanata (Nasdem),  Dadang Rusdiana ( Hanura).[wid]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Purbaya Soal THR Swasta Kena Pajak: Protes ke Bos Jangan ke Pemerintah

Sabtu, 07 Maret 2026 | 17:35

Immoderma Clinic Hadirkan Remee Pro, Teknologi Baru Injector Skinbooster

Sabtu, 07 Maret 2026 | 17:28

Keterlibatan di BoP, Indonesia Jangan Terjebak Langgam Donald Trump

Sabtu, 07 Maret 2026 | 16:54

Ketika Risiko Bisnis Dipidanakan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 16:19

Digelar di Palu, Muswil DPW PPP Sulteng Lancar dan Sesuai Konstitusi

Sabtu, 07 Maret 2026 | 15:35

Komisi I DPR: Pemerintah Harus Konsisten Jalankan Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Sabtu, 07 Maret 2026 | 15:13

Maskapai Saudia Mulai Buka Penerbangan Tujuan Dubai

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:59

Perempuan Bangsa Soroti Keselamatan Anak dan Lansia Saat Mudik

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:44

Purbaya Sudah Cairkan THR Pensiunan Rp11,4 Triliun, ASN Pusat Baru Rp3 Triliun

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:26

Pendapatan PGAS Naik Jadi 3,98 Miliar Dolar AS di 2025

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:07

Selengkapnya