Berita

Kenapa Sudirman Said Ngotot Proyek 35 Ribu MW Jalan Terus?

MINGGU, 30 AGUSTUS 2015 | 22:45 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said ngotot proyek pembangkit listrik 35 ribu megawatt tetap dilanjutkan.

Beredar kabar  Sudirman menyampaikan kengototannya kepada Presiden Jokowi di Istana pada Kamis (27/8) lalu. K‎engototan Sudirman memunculkan tanya karena mengemuka di tengah gencarnya penolakan terhadap proyek ‎tersebut.

Banyak pakar menilai proyek berbiaya Rp 1.100 triliun itu hanyalah mimpi dan akan menjadi beban APBN ketika proyek tersebut dibiayai oleh hutang, tergantung oleh fluktuasi harga dan kurs rupiah ditengah situasi ekonomi tidak menentu, jatah PLN yang sangat kecil dan didominasi oleh swasta asing atau dalam negeri.‎

‎Pengamat Ichsanuddin Noorsy misalnya mempertanyakan jaminan yang mampu diberikan pemerintah agar proyek tersebut dapat berjalan.<‎br>
‎Proyek 10 ribu megawatt jaman SBY ada jaminan Rp 150 triliun. Berarti untuk 35 ribu megawatt butuh tiga kali lipat untuk jaminan. ‎

Masalahnya, menurut Noorsy, di RAPBN 2016 tidak ada yang aturan mengenai penjaminan itu.

Penolakan juga datang dari legislator.‎ Anggota Komite II DPD RI Djasarmen Purba meminta Pemerintah sebaiknya merevisi RAPBN 2016 khususnya terkait pembangunan Proyek Pembangkit Listrik 3.500 megawatt. Usulan itu dikemukakan lantaran melihat sejumlah faktor, antara lain perekonomian yang tengah lesu.

‎‎Menurut dia, daripada target itu gagal lebih baik direvisi saja. Secara rasional juga kita sama-sama tahu bahwa itu berat untuk direalisasikan.‎[dem]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya