Berita

hanif dakhiri/net

Tenaga Kerja Asing di Indonesia Masih Sangat Sedikit

MINGGU, 30 AGUSTUS 2015 | 21:03 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kabar yang mengatakan bahwa Republik Rakyat China akan mengirimkan 10 juta tenaga kerja ke Indonesia dipastikan bohong belaka.

Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakhiri dalam keterangannya malam ini mengatakan bahwa angka 10 juta itu adalah target wisawatan asing.

"Itu (kabar 10 juta tenaga kerja China) jelas kabar bohong! Angka 10 juta itu adalah target wisatawan asing, bukan target tenaga kerja asing," ujarnya.


Menurut Hanif, angka itu diplesetkan dan diolah untuk nakut-nakuti rakyat akan tenaga kerja asing.

"Entah oleh siapa, yang pasti itu tidak benar. Jangan bodohi dan takut-takuti rakyat dengan sentimen anti-asing, terlebih sentimen anti-China. Itu sangat tidak sehat untuk demokrasi kita dan berbahaya bagi integrasi nasional," demikian Hanif.

Di sisi lain Hanief mengatakan, jumlah tenaga kerja asing di Indonesia sangat kecil dibandingkan dengan populasi penduduk Indonesia dan jumlah angkatan kerja.

"Jumlahnya berkisar 70 ribu. Apakah itu besar? Tidak. Itu kurang lebih setara dengan 0,03 persen jumlah penduduk Indonesia yang 240 juta atau 0,05 persen dari jumlah angkatan kerja nasional sekitar 129 juta," tambahnya.

Dia memaparkan perbandingan jumlah tenaga kerja di Indonesia dengan di negara tetangga Malaysia. Penduduk Malaysia sekitar 27 juta, sementara jumlah TKI saja sekitar 1,2 juta. Sementara penduduk Singapura sekitar 5 juta jiwa sementara jumlah tenaga kerja di negeri itu sekitar setengah dari populasi penduduk. Hal yang sama juga terjadi di Qatar dan Uni Emirat Arab.

Jumlah tenaga kerja asal China di Indonesia memang yang paling besar dibandingkan dengan dari negara lain. Tahun 2015, jumlah tenaga kerja China sebesar 13.034 orang, disusul Jepang 10.128 orang, Korea Selatan 5.384 orang dan India sebanyak 3.462 orang. Selebihnya dari Malaysia, Amerika, Thailand, Philippina, Australia, Inggris serta lainnya.

"Bandingkan data itu dengan TKI kita di Singapura, Hongkong, Taiwan, Korea maupun Timur Tengah. Jumlah TKI kita sangat besar, sekitar 6 juta orang. Di Hongkong saja sekitar 153 ribu orang TKI," masih katanya.

Dengan demikian, Hanif menegaskan, tidak benar ada serangan atau eksodus tenaga kerja asing di Indonesia. [dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Prabowo Instruksikan Harga Minyak Nonsubsidi Turun Ikuti Harga ICP

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:57

Gerakan Koperasi Kerakyatan Soemitro Didorong Jadi Syarat Seleksi Manajerial KDMP

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:46

Merawat Konstitusi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:42

DKI-Bali Perkuat Kerja Sama, Obligasi Daerah Jadi Bahasan Utama

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:34

Tak Benar soal Surpres Pergantian Kapolri

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:31

Gagah saat Malak, Mendadak Ingat Anak-Istri Waktu Mau Dipecat

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:25

Harus Ada Langkah Konkret Atasi Kerugian Peternak Ayam Akibat Pemadaman Listrik

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:23

Prabowo Lepas Kepulangan PM Tailan dari Lanud Halim

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:20

Jalur Wisata Bromo Ditutup Total Gegara Kebakaran Hutan di TNBTS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:11

IHSG Terbang 1,37 Persen ke 6.319

Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:44

Selengkapnya