Berita

Politik

KEPALA STAF KEPRESIDENAN

Pengganti Luhut Panjaitan Tidak Cukup Orang Dekat Jokowi

MINGGU, 30 AGUSTUS 2015 | 19:49 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Jabatan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) kini banyak menjadi incaran para pendukung Jokowi baik dari partai politik maupun loyalis relawan.

Ketua Seknas Advokat Indonesia, Dedy Mawardi berharap pergantian Kepala KSP tidak sekedar dipandang sebagai pergantian orang perorang, tetapi didasari kebutuhan KSP kedepan adalah lembaga strategis yang berfungsi sebagai mata, telinga dan tangan presiden.

"Oleh karenanya KSP sebaiknya diisi oleh loyalis sejati Presiden yang benar-benar memahami Nawacita," ujar Dedy dalam keterangannya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (30/8).


KSP sebagai institusi baru tidak terbantahkan hadir sebagai institusi yang membantu Presiden diluar Setneg dan Setkab dalam hal memberikan informasi, formulasi dan solusi kebijakan yang cepat terkait munculnya persoalan-persoalan sosial, ekonomi, politik dan pertahanan keamanan sehari-hari di Indonesia.

Oleh karena itu, kata Dedy, KSP harus dipimpin oleh sosok yang tidak hanya paham Nawacita, tapi sosok tersebut juga haru "dekat" baik secara fisik maupun non-fisik dengan Presiden Jokowi.

Sosoknya harus yang setiap hari bisa bertemu dan diskusi dengan Presiden Jokowi, memiliki pengalaman didalam mengurus negara atau pemerintahan, memiliki jaringan lintas institusi/kelembagaan dan kepemimpinan yg kuat sekapasitas Luhut Binsar Panjaitan.

"Dan yang paling penting paham Presiden baik secara idiologis, psikologis maupun budaya. Kriteria ini penting karena KSP adalah institusi yang sangat strategis bagi Presiden Jokowi," tegas Dedy.[dem]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya