Terjadi kegemparan di tengah upaya pemerintah mempercepat waktu tunggu atau dwelling time bongkar muat barang di Pelabuhan Tanjung Priok.
Jumat siang kemarin (28/7) tim Bareskrim Mabes Polri menggeledah ruang kerja Dirut PT Pelindo II RJ Lino. Penggeledahan dilakukan untuk mencari dokumen terkait dengan pembelian crane.
RJ Lino disebutkan marah dan sempat mengancam akan mundur dari posisinya.
Berikut adalah transkrip pembicaraan RJ Lino dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sofyan Djalil ketika penggeledahan sedang berlangsung. Pembicaraan berlangsung via telepon. RJ Lino memperdengarkan pembicaraan itu kepada wartawan di kantornya.
Di dalam percakapan inilah RJ Lino mengancam akan mengundurkan diri. Dia mengatakan dirinya kecewa dengan perlakuan aparat.
RJL: Halo Pak Sofyan, selamat siang, Pak.
SD: Kenapa Pak RJ Lino?
RJL: Ini saya pulang rapat di luar tiba-tiba kok begitu banyak polisi di kantor?
SD: Ada apa?
RJL: Ada penggeledahan. Mereka cari file. Ya saya hormatilah tugas mereka. Tapi ya saya tidak bisa begini ini. Harusnya dipanggil dulu, ditanya dulu, dicek dulu ada apa gitu, ya.
SD: Hmmm.
RJL: Kemudian seperti crane itu yang 10 itu. Very small investment dari investment yang besar. Kemudian itu kan sudah proses itu sudah diperiksa berkali-kali, BPK sudah periksa dan sudah clear juga, proses lelang sampai semuanya.
SD: Yang dulu itu?
RJL: Sebenarnya bukan lagi dipanggil KPK. KPK saya masih ikut campur untuk mutusin. Kalau ini saya sama sekali nggak tahu. Jadi mulai proses lelang.
SD: Memang ada yang lapor?
RJL: Saya kira ini ada karyawan JICT yang laporlah ini biasa. Yang ini mulai proses lelang sampai diputusi pemenang kontrak saya tidak ngerti apa-apa.
SD: Ya. Ya ya… terus?
RJL: Saya tidak pernah teken kontrak. Terus terang saya SMS Pak Luhut Panjaitan. Beliau lagi rapat. Saya protes besar. Kalau begini caranya, saya berhentilah sekarang.
SD: Terus bagaimana sekarang?
RJL: Kalau seperti ini caranya, saya berhenti saja. Nggak bisa negeri ini, Pak.
SD: Ditelepon Pak Tito? Pak Kapolda?
RJL: Enggak tadi saya telepon Pak Luhut. Bukan Kapolda, Pak. Tadi dari Bareskrim Polri yang ke sini. Pak Sofyan ya, kalau Presiden tidak bisa clear hari ini, besok berhentilah. Susah negeri ini seperti ini. Kita kayak dihukum media. Begitu datang, media begitu banyak. Saya seperti dibuat seperti kriminal. Come on, Pak. I’m make this company so rich. Enggak fair, Pak. Bapak tolong kasih tahu Presiden deh, kalau caranya seperti ini, saya berhenti.
SD: Ibu Rini Sumarno gimana?
RJL: Ibu Rini sudah telepon Kapolri. Ini contoh enggak baik untuk negeri ini. Kasi tahu Presiden, Pak, kalau caranya begini saya berhenti saja besok. Saya sama sekali disappointed. Saya sama sekali disappointed!
SD: Dasarnya apa?
RJL: Dasarnya katanya ada korupsi sama money laundring. Come on. Jadi Pak Sofyan tolong kasih tahu Presiden, kalau tidak clear-kan hari ini, saya berhenti besok. Saya tidak mau kerja seperti ini. Negeri ini tidak bisa seperti ini. [dem]