Berita

net

PSSI Tak Berhak Mendompleng Piala Presiden

JUMAT, 28 AGUSTUS 2015 | 21:18 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

PSSI tidak berhak mendompleng dengan memasang atributnya di turnamen Piala Presiden 2015.

Piala Presiden merupakan salah satu turnamen yang diinsisiasi oleh Tim Transisi bentukan Kemenpora pasca pembekukan PSSI, dengan menunjuk promotor turnamen Mahaka Sports.  

"Seperti Piala Kemerdekaan, Piala Presiden merupakan turnamen yang diinisiasi Tim Transisi. Kenapa dulu mengancam sekarang malah mau mendompleng," ujar Staf Khusus Bidang Olahraga Menpora, M. Khusen Yusuf kepada wartawan, Jumat (28/8).


Hal itu disampaikan Khusen menanggapi pihak-pihak yang mempersoalkan pelarangan atribut PSSI dipasang di sekitar arena turnamen Piala Presiden.

PSSI tidak pantas mendompleng, apalagi PSSI di bawah pimpinan La Nyalla Mattalitti yang belum diakui, sebelumnya sempat mengancam akan mengeluarkan peringatan keras kepada semua klub yang terdaftar sebagai anggotanya jika mengikuti turnamen apa pun di luar otorisasi PSSI.

Menurut Khusen, pelarangan pemasangan atribut PSSI di turnamen yang akan dibuka pada 30 Agustus 2015 tersebut, merupakan konsekuensi dari kesepakatan yang dibuat oleh Badan Organisasi Profesional Indonesia (BOPI) dengan Mahaka Sports selaku promotor turnamen.

Pelarangan pemasangan atribut PSSI, lanjut Khusen mengutip pernyataan Sekjen BOPI Heru Nugroho, juga dilarang masuk dalam kontrak kerjasama dengan perangkat pertandingan, seperti wasit.  Kalaupun Mahaka menggunakan wasit PSSI, maka kontrak tersebut harus bersifat pribadi dan tidak melibatkan lembaganya.

"BOPI sudah menegakkan hasil kesepakatan yang mengacu pada konsekuensi adanya pembekuan PSSI oleh pemerintah. Jadi sudah benar jika BOPI melarang pemasangan atribut PSSI di turnamen Piala Presiden," tukas Khusen.[dem]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya