Berita

Hukum

OC Kaligis Siap Hadapi Persidangan

KAMIS, 27 AGUSTUS 2015 | 09:34 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Kuasa hukum pengacara kondang Otto Cornelis Kaligis, Humprey Djemat memastikan bahwa kliennya akan hadir pada sidang lanjutan kali ini, setelah sebelumnya ditunda lantara terdakwa dugaan suap hakim PTUN Medan itu sakit.

Humprey menyatakan, ayah dari Velove Vexia itu akan menyampaikan pendapatnnya di muka meja hijau Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

"OCK (OC Kaligis) pasti hadir. Kita lihat saja apa yang OCK kemukakan di depan persidangan," tutur Humphrey saat dihubungi wartawan, Kamis (27/8).


Namun, Humprey mengingatkan meski politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu akan hadir, tetapi kondisinya masih cukup riskan. Pasalnya, pada pemeriksaan kemarin belum ada tindakan medis dari tim dokter Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

"Kemarin baru observasi belum ada tindakan padahal ada masalah di bagian kiri otaknya. Jadi kondisinya masih rentan setiap saat bisa terjadi stroke atau yang lebih fatal. Jadi siapa yamg bertanggung jawab?," tukasnya.

Setelah sebelumnya ditunda lantaran pengacara kondang OC Kaligis beralasan sakit, hari ini sidang yang mengagendakan pembacaan dakwaan kembali dibuka. Sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) rencananya akan dimulai sekira pukul 09.30 WIB.

Majelis Hakim yang akan menyidang politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini, akan diketuai oleh Hakim Sumpeno dengan Hakim Arifin, Hakim Tito Suhud, Hakim Alexander Marwata, dan Hakim Ugo yang masing-masing menjadi anggota.

Sebelumnya, KPK telah resmi menetapkan OC Kaligis sebagai tersangka kasus dugaan suap kepada Hakim dan Panitera Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan. Penyidik KPK pun menangkap serta menahan politikus Partai Nasdem itu pada 14 Juli 2015.

Kaligis disangka sebagai pemberi suap dan dijerat dengan Pasal 6 ayat (1) huruf a dan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b, Pasal 13 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dalam UU 20/2001 juncto Pasal 64 ayat (1) juncto pasal 55 ayat (1) KUHP.[wid]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Timur Tengah Memanas, PKB Ingatkan Ancaman Lonjakan Harga Pupuk

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:53

Likuiditas Februari Tumbuh 8,7 Persen, Ditopang Belanja Pemerintah dan Kredit

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:38

Trump Bikin Gaduh Lagi, Hormuz Disebut “Selat Trump"

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:53

Krisis BBM Sri Lanka Mulai Mengancam Sektor Pangan

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:17

Arus Balik Lebaran 2026 Dorong Rekor Baru Penumpang Kereta Api

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:53

Beban Utang AS: Masalah Besar yang Masih Diabaikan Pasar

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:24

IHSG Lesu Pasca Libur Lebaran, Asing Ramai-ramai Jual Saham

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:52

Amerika Sesumbar Bisa Habisi Iran dalam Hitungan Minggu Tanpa Perang Darat

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:40

Kapal Pertamina Masih Tertahan di Hormuz, DPR Desak Presiden Turun Tangan!

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:28

Komisi XII DPR: WFH Bukan Solusi Tunggal untuk Hemat Energi!

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:12

Selengkapnya