Berita

KASUS PEMALSUAN DOKUMEN

Hakim Sarpin Geram Saksi Berbelit-belit

RABU, 26 AGUSTUS 2015 | 22:45 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

‎RMOL. Hakim Sarpin Rizaldi sempat geram dengan keterangan saksi dalam sidang kasus pemalsuan identitas dalam dokumen jual beli tanah dengan terdakwa Jhon Enardy.

‎Hakim Sarpin Rizaldi geram dengan keterangan saksi yang dinilai berbelit dan tidak jelas. Awalnya saksi Ramawati yang merupakan pembeli tanah di Jalan Kertanegara, Rawa Barat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan mengaku membeli tanah kepada Triharti.<‎br>
‎"Saya pernah ketemu ibu itu (sambil menunjuk Triharti), tapi waktu itu pakai kerudung, dan kacamata hitam," ujar Ramawati dalam persidangan di PN Jaksel, Rabu (26/8).

‎Saat hakim Sarpin Rizaldi menunjuk Triharti yang berada di ruang sidang, Ramawati membenarkannya. Namun Ramawati berkelit ketika Sarpin menunjukkan foto saat jual beli terjadi, dimana wanita yang berada di foto tidak mirip dengan Triharti. Ia mengaku lupa dan menganggap Triharti palsu mirip dengan Triharti asli yang hadir di persidangan.

‎"Anda ini disumpah lho, ini benar bu Triharti bukan?" ujar Sarpin menunjuk foto yang dijadikan bukti.

‎KTP, KK, dan akta jual nenek Triharti (80) diduga dipalsukan terdakwa John untuk menjual tanah miliknya. Bahkan, John diduga menghadirkan seorang nenek Triharti "palsu" saat melakukan perjanjian jual beli.

‎Ramawati mengaku membeli rumah milik Triharti senilai Rp 12 miliar dan sudah dilunasi. Mendengar pernyataan tersebut, hakim anggota Prapto kembali geram. 

‎"Saudara saksi, kalau ibu membayar uang itu ke ibu Triharti yang benar, yang asli, maka perkara ini tidak akan ada, anda harus jujur, sudah disumpah lho," kesalnya.

‎Hakim Sarpin juga menanyakan apakah saksi Ramawati pernah datang ke rumah yang dibelinya itu. Ia menjawab pernah, dan bertemu anak Triharti. Namun saat ditanya Jaksa, saksi menjawab hanya lewat dan tidak pernah masuk ke dalam rumah tersebut. 

‎"Berarti saksi memberikan keterangan berbeda dengan yang ada di berita acara pemeriksaan," ujar Jaksa.

‎Kasus ini bermula ketika Triharti hendak menjual tanahnya di Jalan Kertanegara. Namun sertifikatnya digelapkan oleh ED, tetangganya yang juga pilot maskapai. ED sudah dihukum atas perbuatannya. Kemudian Jhon menjual tanah Triharti tersebut dengan surat-surat dan identitas yang diduga palsu. Triharti yang sudah tinggal di Jalan Kertanegara sejak 1952 itu pun melapor ke polisi atas tindak pidana pemalsuan. [dem]‎

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya