Berita

Politik

Jangan Heran bila Rupiah Terus Anjlok...

SELASA, 25 AGUSTUS 2015 | 18:28 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Selama perekonomian Indonesia dikendalikan oleh asing lewat ketergantungan yang sangat besar dan sistemnya menganut liberal kapitalis maka tak usah heran nilai tukar rupiah terhadap dolar terus melemah.

Politisi nasional, Rachmawati Soekarnoputri, mengatakan, pertumbuhan perekonomian nasional sudah semakin bergantung pada asing. Ia juga mengkritisi para pakar ekonomi yang berjiwa  free market oriented (berorientasi pasar bebas).

Secara garis besar, lanjutnya, sistem ekonomi Indonesia tidak lagi sesuai konstitusi yang asli melainkan berpaling kepada sistem ekonomi liberal kapitalis.


"Selama Indonesia sub-ordinat adi kuasa, menjadi proxy kepentingan nekolim para kapitalis, jangan harap Indonesia adil makmur sejahtera seperti cita-cita Proklamasi Indonesia Merdeka dengan jalan Trisakti," urai pendiri Yayasan Pendidikan Sukarno ini, Selasa (25/8).

Menurutnya sudah sangat jelas kapitalisme yang diadopsi Indonesia memperlebar jurang antara si kaya dan si miskin.

"Kapitalisme itu inheren dengan dengan korupsi yang merajalela," tegasnya.

"Jadi jangan mimpi di siang bolong seperti angan-angan Megawati (Ketua Umum PDIP) agar KPK dibubarkan jika tidak ada korupsi," lanjut Rachma.

Ditambahkannya, KPK diperlukan untuk memperkuat pemberantasan korupsi, di samping Polri dan Kejaksaan, dengan catatan dua institusi penegak hukum tersebut tidak menjadi alat rezim penguasa. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya