Berita

Politik

Menteri Basuki Hadimuljono: Membangun Waduk Menegakkan Daulat Air

MINGGU, 23 AGUSTUS 2015 | 23:11 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Keberadaan waduk merupakan salah satu cara ampuh mengatasi kekeringan di musim kemarau, terutama di daerah sektor pertanian. Karenanya membangun waduk atau bendungan adalah salah satu program strategis yang diutamakan.

Begitu dikatakan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam acara dialog Teraskita bertema "Merdeka 70 Tahun, Wujudkan Kedaulatan Air" di Balairung UGM Yogyakarta, Sabtu (22/8).
 
"Saat ini Indonesia memiliki 230 bendungan besar. Dari 91 waduk yang dimonitor selama musim kemarau ini tidak ada satupun yang kering," katanya.


Menteri Basuki mengatakan, dari luas total irigasi pertanian yang mencapai 7,1 juta hektare, 1 juta hektare irigasi airnya dijamin dari waduk. Dari jumlah itu yang mengalami kekeringan tak lebih dari 1.000 hektare. Dirinya mencontohkan keberadan Waduk Kedung Ombo yang sanggup mengairi irigasi pertanian sampai musim tanam ketiga ini.

"Irigasi dari Waduk Kedung Ombo seluruhnya aman," ujarnya.

Oleh karena itu, ungkap Menteri Basuki, jika Indonesia ingin berdaulat air, dilihat dari sisi ketersediaan air, maka dibutuhkan lebih banyak lagi tampungan-tampungan air seperti waduk.

Narasumber lain, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Andi Eka Sakya, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kementerian Pertanian Pending Dadih Permana, Staf Ahli Bidang Energi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Arief Yuwono, Staf Khusus Gubernur Jawa Tengah Sunaryo, Guru Besar Fakultas Pertanian UGM Azwar Maas dipandu moderator Pemimpin Redaksi Kompas Budiman Tanuredjo.[dem]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya