Berita

Nadia mulya/net

SKANDAL CENTURY

Puteri Budi Mulya Minta KPK Segera Usut Dalang Skandal Century

SABTU, 22 AGUSTUS 2015 | 19:09 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

‎. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus segera mengembangkan kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

‎Permintaan ini disampaikan keluarga mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Bidang Pengelolaan Moneter dan Devisa, Budi Mulya (BM)‎.

‎"Sampai saat ini kami pihak keluarga belum menerima putusan penolakan kasasi bapak. Padahal sudah empat bulan. Mahkamah Agung memang lelet banget. Masa harus butuh waktu 6 bulan untuk dapat salinan," kata putri Budi Mulya, Nadya Mulya, di Jakarta (Sabtu, 22/8).

"KPK seharusnya bisa menindaklanjuti kasus bailout Century tanpa harus menunggu salinan MA," sambung Nadya.

‎Nadya tetap meyakini ayahnya tidak bersalah dalam pengucuran dana tersebut.‎ Dan dalang kasus bank Century, kata Nadya, harus diseret ke pengadilan.  Sebab ayahnya hanya sebagai pejabat Deputi Moneter dan Devisa Bank Indonesia dan tidak tahu-menahu atas kasus itu.

"Sehingga tak pantas ayah saya dihukum atas kasus itu. KPK harus mengungkap dan mengusut kasus itu lebih lanjut. Agar semuanya terbuka. Jangan ayah saya dikorbankan," tutur Nadya.‎

Fakta-fakta baru yang dimunculkan dalam buku M. Misbakhun, politisi Partai Golkar, yang diluncurkan beberapa hari lalu, kata Nadya, sangat mencengangkan. Bahkan, dalam buku itu, ayahnya hanya sekali ikut rapat dalam pengucuran dana bailout Century.

"Saya sudah baca buku Pak Misbakhun terutama surat Sri Mulyani ke Presiden SBY saat itu. Saya kaget. Selama ini saya hanya dengar rumor ada salinan surat Sri Muliyani ke Presiden," ucapnya.

Presenter salah satu TV Swasta itu mengatakan, dalam buku Misbakhun, Budi Mulya hanya sekali ikut rapat. Dari situ, lanjut dia, semakin kelihatan siapa-siapa saja yang terlibat dan aktor intelektual di balik kasus bank Century.

"Dari buku Pak Misbakhun, jelas surat Sri Muliyani ke Presiden (SBY saat itu), 'seperti yang bapak tahu'. Artinya disitu presiden sudah tahu. Kenapa ayah saya yang dikorbankan?" tanyanya.

Dia mengapresiasi keberanian Misbakhun untuk kembali meluncurkan buku berjudul Sejumlah Tanya Menolak Lupa dengan sejumlah data-data yang belum diketahui publik. Namun, dia menolak mengomentari polemik yang timbul pascapeluncuran buku tersebut. [ysa] ‎

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya