Berita

ilustrasi/net

Kementerian Koordinator Maritim Mau Luncurkan Aturan Ramah Bisnis

KAMIS, 20 AGUSTUS 2015 | 10:54 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Sumber Daya menargetkan akhir tahun 2015 akan menyiapkan beberapa aturan setingkat Peraturan Presiden (Perpres) maupun Peraturan Pemerintah (PP) yang ramah bagi kepentingan bisnis bidang kemaritiman.

Demikian disampaikan Deputi bidang Infrastruktur Kemaritiman Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya, Ridwan Djamaludin, di hadapan peserta lokakarya industri migas dan maritim di Batam, Kepaluan Riau (Kamis, 20/8).

Ridwan Djamaludin membuka acara lokakarya ini mewakili Menko Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli. Ia mengatakan, menyatakan tujuan lokakarya ini adalah untuk mensinergikan industri migas dan maritim, khususnya menyiapkan aturan yang ramah bagi kedua industri dan juga mensinergikan kedua industri ini serta meningkatkan kandungan lokal dalam kedua industri ini.


"Sesuai arahan Menko Maritim workshop ini harus segera bisa menghasilkan terobosan aturan yang memudahkan bagi industri migas dan maritim untuk berkembang pesat," ungkap Ridwan.

"Kalau bisa dalam waktu dua bulan ke depan bisa dihasilkan peraturan yang ramah dalam bisnis yang bisa memberikan manfaat segera baik jangka pendek maupun jangka panjang untuk kedua industri tersebut," sambung Ridwan mengutip Rizal Ramli.

Ridwan juga menyampaikan bahwa pihaknya berharap dalam workshop ini bisa dibentuk dua kelompok kerja di bidang industri migas dan maritim untuk membantu merevisi pasal atau ayat yang kontradiktif serta menyulitkan dunia usaha, khususnya di bidang migas dan maritim.

Selain itu, sambungnya, Kemenko Maritim juga sedang bekerjasama dengan berbagai lembaga dan departemen teknis seperti departemen perhubungan, kelautan dan perikanan, Bakamla, bea cukai dan departemen pertahanan untuk menggairahkan industri galangan kapal di Batam terkait pemesanan kapal di departemen atau lembaga yang bersangkutan. [ysa]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya