Berita

rizal ramli/net

Langkah Rizal Ramli Hadirkan Keterbukaan Informasi dalam Bernegara

KAMIS, 20 AGUSTUS 2015 | 10:27 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Apa yang telah dicoba oleh Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli terkait dengan proyek listrik dan rencana pembelian pesawat oleh garuda merupakan bagian dari upaya untuk menghadirkan keterbukaan informasi dalam bernegara.

"Kita tentu juga sadar bahwa selama ini seolah kita hidup bernegara ketika berurusan dengan administrasi kita sebagai warga negara," kata peneliti Lingkar Studi Perjuangan‎ (LSP), Agus Priyanto, dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 20/8).

Selama ini, ungkap Agus, warga tidak pernah memperoleh informasi gamblang tentang bagaimana kekayaan alam negara ini dikelola, siapa yang mengelola dan berapa banyak negara punya peran di dalamnya, serta yang paling penting adalah seberapa besar manfaatnya untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.


"Apa yang telah disampaikan oleh Menko Maritim dan Sumber Daya merupakan pesan kepada kita semua bahwa kebijakan pemerintah atau negara yang menyangkut hajat hidup mayoritas rakyat atau publik memang seharusnya dibuka selebar-lebarnya di hadapan rakyat," ungkap Agus.

Agus mengingatkan bahwa, kebijakan publik memang harus diperdebatkan di depan publik. Kini, sudah bukan zamannya lagi, kebijakan publik dibahas di ruang-ruang tertutup. Apalagi kebijakan-kebijakan tersebut mempengaruhi hidup orang kebanyakan.

"Apalagi juga tidak sedikit yang menyetujui isi pesan atau substansi dari pernyataan yang disampaikan oleh Menko Maritim dan Sumber Daya tersebut. Kita juga menjadi tahu bahwa ternyata dari rencana pembangunan pembangkit liatrik 35.000 megawatt tersebut, ternyata PLN hanya mendapat jatah 5.000 megawatt saja," ungkap Agus.

Hal inilah, ungkap Agus, yang harus dipahami yang dimaksud oleh Presiden Joko Widodo dalam Nawacita-nya bahwa negara harus hadir di tengah-tengah rakyat dan negara menunjukkan keberpihakannya kepada kepentingan rakyat banyak. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya