Berita

sya'roni/net

Politik

Suharso Monoarfa Harusnya Introspeksi Diri, Bukan Serang Rizal Ramli

KAMIS, 20 AGUSTUS 2015 | 01:43 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Perbedaan pendapat antara Wapres Jusuf Kalla dan Menko Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli seharusnya diselesaikan langsung oleh Presiden Jokowi. Pejabat lain yang tidak berkompeten tidak perlu menambah gaduh suasana.

Begitu dikatakan Sekretaris Jenderal Himpunan Masyarakat Untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika), Sya'roni, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (20/8).

Jadi, menurut dia, tindakan anggota Wantipres Suharso Monoarfa yang ikut-ikutan mengkritik Rizal Ramli wajar dikeluhkan publik. Sebab, hal itu sudah melenceng dari tugas pokoknya sebagai Wantipres.


"Mestinya sebagai Wantipres cukup memberi masukan atau pertimbangan kepada Presiden," kata Sya'roni.

Munculnya statement dari Suharso Monoarfa, menurut dia, menunjukkan ada yang salah dalam tubuh Wantipres. Pertanyaan yang patut dilontarkan adalah apakah kerja Wantipres selama ini? Apakah sudah memberi saran-saran kepada presiden?

"Wantipres adalah kerja behind the scene, yaitu menyuplai saran dan pertimbangan kepada presiden. Tentunya saran yang berpihak kepada kepentingan rakyat dan negara," imbuh Sya'roni.

Melihat sering salahnya Presiden Jokowi dalam mengambil kebijakan sampai-sampai harus melakukan revisi, menurut dia, menunjukkan bahwa presiden tidak mendapatkan pertimbangan yang memadai. Misalnya saja dalam kasus revisi Perpres DP mobil pejabat dan PP JHT BPJS Ketenagakerjaan.

"Daripada mengkritik pejabat lainnya, lebih baik Suharso Monoarfa memperbaiki kinerja Wantipres sehingga nantinya dapat menyuplai pertimbangan yang berkualitas kepada presiden. Sehingga presiden tidak salah lagi dalam mengambil kebijakan," harapnya.

Selain itu, sensifitas Wantipres juga patut dipertanyakan. Ternyata, presiden dibiarkan berjalan menuju kubangan hutang ribuan triliunan rupiah. Padahal hutang tersebut untuk mendanai proyek-proyek prestisius yang tidak realistis seperti listrik 35 ribu watt, dan pembelian 30 pesawat Airbus A350 yang bisa membuat bangkrut Garuda. 

"Kalau dari awal Wantipres sudah memberi masukan kepada presiden bahwa proyek-proyek tersebut tidak layak dilanjutkan, maka Rizal Ramli tidak perlu berkoar-koar seperti sekarang ini. Oleh karena itu, lebih baik Suharso Monoarfa intropeksi diri," tukasnya.[dem]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya