Berita

Di Hadapan Ketum TMP, Wakil Menteri Keuangan Pastikan Dukung RUU Pengusaha Muda

RABU, 19 AGUSTUS 2015 | 18:04 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pemerintahan Joko Widodo mau membangun daerah sehingga kini transfer ke daerah dan desa sangat besar. Lebih-lebih desa juga sangat kuat dan tahan banting menghadapi guncangan global.

Demikian disampaikan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo dalam diskusi dengan tema "Peluang dan Tantangan Ekonomi Indonesia Sekarang dan 2016" yang digelar Taruna Merah Putih (TMP) di kantor TMP, Jalan Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat (Rabu, 19/8).

Selain Mardiasmo, hadir sebagai Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Haddad, Ketua Umumum Hipmi Bahlil Lahadalia dan Waketum Kadin bidang Perbankan dan Keuangan Rosan P. Roeslani. ‎


Hadir juga dalam diskusi Dirut BNI Baiquni, Dirut Mandiri Budi Sadikin, Dirut BRI Asmawi, serta pengusaha, pelaku ekonomi seperti perwakilan dari Real Estate Indonesia, pengamat ekonomi, politisi dan aktivis gerakan mahasiswa. Sementara itu, Ketua Umum TMP, Maruarar Sirait, bertindak sebagai moderator.

"Pembangunan ekonomi daerah sangat tergantung kepala daerah. Maka rakyat harus memilih kepala daerah yang amanah ke daerahnya," ungkap Mardiasmo, sambil mengatakan bila saat ini sekitar Rp 270 triliun anggaran belum diserah karena mau Pilkada dan demokrasi harus dijaga.

Mardiasmo mengatakan saat ini pemerintah terus menggenjok penerimaan pajak. Karena itu ia minta saling pengertian semua pihak, dan pengusaha juga harus mau bayar pajak,

"Pajak ini memang ada fungsi regulator, budgeter, tapi kita tak ingin lesu karena pajak. Maka kita reinventing policy," ungkapnya.

Ketika ditanya Maruarar Sirait tentang rencana anak-anak muda yang kini sedang mendorong RUU Pengusaha Pemuda, Mardiasmo menegaskan bahwa pemerintah pasti mendukung hal itu. Itu artinya, para pengusaha itu juga calon pembayar pajak, dan semua pihak harus sama-sama saling membantu.

"Sekarang ini kita bantu uang ke daerah lebih banyak. Supaya ekonomi adalah ekonomi daerah, bagaimana digerakkan daerah gerakkan UMKM. Kita pahami bahwa kantong kemiskinan di sana. Maka kita naikkan PTKP-nya, karena perbesar daya beli masyarakat.  Kita berikan juga bantuan pendidikan dan kesehatan lebih besar," ungkap Mardiasmo.

Sementara itu, Maruarar pun menegaskan bahwa kebijakan harus dimulai dengan tradisi mendengar dari kebutuhan rakyat, serta benar-benar berpijak pada legal justice dan sosial justice.[ysa]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

UPDATE

Realisasi Pendapatan Perparkiran di Jakarta Memble

Senin, 10 Agustus 2026 | 04:21

Keluarga Sutrimo Tak Lagi Pasrah soal Penyebab Kematian Karumga Febrie

Senin, 10 Agustus 2026 | 04:18

Rp4,1 Triliun BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II segera Cair

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:36

Penjarahan dan Keruntuhan Kota Roma, 410 M

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:16

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

Pancasila Dasar Negara Kita

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:43

Rudy Tanoe Bantah Mangkir Panggilan KPK

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:16

Waspada Banjir Rob Rendam Kawasan Pesisir Jateng

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:00

Dibuka Sayembara Rp100 Juta untuk Ijazah SMA Gibran

Senin, 10 Agustus 2026 | 01:28

Zikir Kebangsaan di Istiqlal

Senin, 10 Agustus 2026 | 01:08

Selengkapnya